mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Produksi Kopi Jatim Turun 30% Persen

Published on Oct 27 2011 // SosEkBis

Jatim, (MR)

Di Jawa Timur tahun ini bisnis kopi di pastikan tidak secara dua tahun sebelumnya.  Akibatnya anomali cuaca di pastikan akan mengalami penurunan tajam di prediksi penurunan bisa 30% persen jika di banding tahun 2010.

Bulan September penurunan produksi di bebagai wilayah penghasilan kopi seperti: Mediun, Ponorogo, Bondowoso, Jember, Malang, Pacitan dan Tulungagung di kisaran atau di perkirakan 20-30% persen. Penurunan akan berlangsung tahun ini produksi tahun ini hanya diperkirakan 40 ribu ton  kalau tahun lalu produksi di perkirakan 5 ribu ton.

Penurunan produksi sudah berimbas pada kinerja ekspor, tahun 2009 jatim mampu mengekspor kopi hingga 78. 832 ton dan 82.832 di tahun 2010 maka tahun ini angka ekspor paling tinggi 60 ribu ton. Ekspor kopi sudah pasti turun 20% persen.

Kopi yang di ekspor jatim tidak semuanya hasil panen kebun kopi di wilayah provinsi, juga ada hasil kopi panen dari kota-kota di luar provnsi jatim dari bali, lampung, dan benkulu kontribusi kopi asli jatim hanya 60 % persen yang 40 % persen kopi hasil dari daerah lain.

Pangsa pasar kopi jatim terbesar saat ini adalah negara-negara di eropa Jerman adalah target ekpor utama dengan jumlah pasar 16,2% persen kuranglebih, target pasar kedua adalah Jepang  pangsa pasar 13,9% persen “ Kopi Jatim juga diminati di malaysia, italia dan mesir baru-baru ini kopi bondowoso jiga di ekspor ke swiss.

Peran jaim terhadap kinerja kopi nasional cukup besar tahun lalu kontribusi jatim tota nilai ekspor kopi nasional antara 10-11% persen indonesia mampu menyuplai sekitar 8% persen kebutuhan kopi dunia. >> FIKA

 

Leave a comment