Prinsip Membangun Desa Tugubandung

Sukabumi, (MR)
Prinsip membangun Pemerintahan Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ada tiga, membangun dari pinggiran merupakan suatu jalan pemerataan untuk mempersempit jurang disparitas antarwilayah, antarsektor, dan antar pelaku ekonomi.
Membangun dari pinggiran merupakan tindakan afirmatif untuk menggerakkan kegiatan ekonomi yang selama ini kurang mendapat prioritas, seperti ekonomi perdesaan yang berbasis pada ekonomi tradisional serta sektor pertanian dan usaha mikro kecil yang sering juga disebut dengan ekonomi rakyat.
“Upaya itu dipercepat melalui kebijakan fiskal berupa penggelontoran dana desa sebagai salah satu sumber pemasukan bagi desa untuk membiayai pembangunan desa,” ungkap Entis Sutisna Kepala Desa Tugubandung.
Lanjutnya, dalam pengelolaan Dana desa harus benar-benar sesuai peruntukannya dan tak bisa disalahgunakan. Jika hal itu terjadi, dipastikan akan berujung petaka, meskipun pada pelaksanaannya banyak persoalan yang membelit terkait dana desa terkadang dianggap hal sepele, namun semua hal itu akan menjadi besar jika berkaitan dengan masalah pendanaan, dan sebagai modal utama kepala desa untuk mewujudkan semua program desa tersebut, tidak lain dan tidak bukan adalah, keterbukaan publik, transparan dan kejujuran,” tutur Entis.
Diruang kerjanya kepada awak media Entis mengatakan, “dalam struktur desa, ada lembaga yang menjadi ‘partner’ untuk semua kepala desa dalam melakukan pembangunan desa yaitu Badan Permusyawaratan Desa (BPDesa), artinya gerbang pertama dalam melakukan pengawasan dana desa dan pembangunan desa adalah BPdesa sebagai perwakilan dari warga desa, karena BPDesa adalah orang-orang terpilih yang ditunjuk oleh warga desa, dengan semakin besarnya dana desa yang dikucurkan maka BPDesa harus lebih serius dalam melakukan pengawasan dana desa, disini Peran BPDesa sangat besar sebagai pengawas ‘didepan mata’ Kepala Desa (Kades),” ucap Entis.
“Alhamdullillah sampai dengan saat ini pengelolaan keuangan desa Tugubandung jauh lebih baik dan tentu dampaknya tidak akan menimbulkan masalah dan Entis berharap jangan sampai gara-gara dana desa salah urus dan salah guna berakhir di dalam penjara,” tutupnya. >>Joko Samudro

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.