PRESS REALISE POLSEK BINTUNI KASUS TEMU MAYAT

Lewat pesan sms di handphone milik Agus Arianto (korban) di duga kuat korban bunuh diri 

BINTUNI, (MR) – Penemuan mayat seorang warga di salah satu rumah kos tidak jauh dari atau depan Kantor Pajak Bintuni, Kamis tanggal 30 Agustus 2018 lalu, sekitar pukul 15.30 WIT sempat menggegerkan warga.

Atas kejadian itu beberapa media massa telah memuat pemberitaan tentang penemuan mayat tersebut. Ditulis isi berita salah satu media massa, bahwa korban terlilit utang hingga nekad menghabisi nyawa sendiri (bunuh diri).

Untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat maka pihak yang berwajib, Kepolisian Polsek Bintuni melakukan press realise yang di ikuti oleh beberapa awak media yang ada di Bintuni, salah satunya media cetak dan online Bongkarnews, di Kantor Polsek Bintuni tanggal 1 September 2018, sore hari.

Pada saat press release kasus temu mayat di hadiri langsung oleh AKP.Yohanes Pabuntang,SH (Kabag Ops), Penyidik ; AKP. Zulkarnaen,SH. SIK(Kasat Reskrim), IPTU.Herman , SH (Kapolsek Bintuni), Bripka.Rahmad Paborong (Kanit Reskrim Polsek Bintuni (Penyidik pembantu), Bripka.Imanuel Arwam (Penyidik pembantu Unit Pidum) , Brigadir.Gede (penyidik pembantu).

Hasil dari press realease kasus temu mayat berdasar dari Laporan Polisi No : LP/53/A/VIII/2018/Papua Barat/SPKT,Tgl 30 Agustus 2018 atas perkara penemuan mayat. Sesuai dengan kronologi singkat kejadian, ” Pada hari Kamis, tanggal 30 Agustus 2018, sekitar pukul 15.30 Wit, dirumah kos-kosan saudara Dewi yang terletak di depan kantor pajak Bintuni telah di temukan sosok mayat laki-laki di dalam kamar kostnya yang sudah terbujur kaku dimana posisinya tengkurap dengan luka tusuk di bagian korban dan tidak bernyawa, kemudian mayat korban tersebut di bawah kerumah sakit Bintuni untuk di periksa dan di lakukan visum “.

Korban bernama Agus Arianto alias Anto umur 30 tahun lahir di Pangkep , 06 Juli 1988 pekerjaan supir taxi Hilux warga Jl.Raya Bintuni depan kantor pajak Bintuni.

Kepolisian berhasil mengumpulkan barang bukti berupa, ” Pisau badik, panjang 33.5 cm, satu pasang sandal merk carvil warna coklat, satu lembar baju warna hitam dengan tulisan Sunday, satu buah kunci mobil, satu buah handphone nokia warna biru, satu buah BPKB Motor Yamaha, satu buah motor, satu buah kwitansi pembelian motor, satu buah sarung pisau badik, satu buah surat keterangan lapor tiba mobil hilux, satu buah ATM BRI, satu buah SIM A umum, satu buah KTP dan ada beberapa barang bukti yang di amankan oleh pihak yang berwajib seluruhnya berjumlah 24 barang bukti.

Saksi-saksi , Dewi (28) , Anis Marsela alias Neng (26) , Yolanda Agnesia Manope (32), Diva (21) , Supri Adi alias Pak Eka (40) dan Zaenal Abidin alias Enal (28).

Berdasarkan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan disesuaikan dengan keterangan saksi-saksi serta petunjuk lainnya, Kepolisian POLRES Teluk Bintuni menyimpulkan, ” Didug korban bunuh diri dengan cara menusuk pisau badik miliknya sendiri sebanyak 3 (tiga) kali.

Fakta-fakta yang di utarakan , 1 (satu) Saksi Zainal Abidin alias Enal untuk meminta BPKB dan mengetuk pintu rumah korban sekitar pkl.15.00 Wit namun tidak di buka, kemudian mengetok pintu yang kedua kalinya sekitar pukul 15.30 Wit namun tidak ada jawaban dari saksi Enal sempat memegang gagang pintu untuk di buka namun terkunci. 2 (kedua) Pintu terkunci dari dalam baik pintu depan maupun belakang, hal tersebut berdasarkan keterangan saksi-saksi atas nama Anis yang mendobrak pintu sehingga terbuka, di mana pintu depan di kunci dengan dua grendel atas terlepas dan bawah bengkok ketika didobrak oleh saksi Anis. 3 (tiga) Adanya kain sarung yang di ikat membentuk lingkaran leher di atas kanopi pintu kamar, di mana sebelumnya ketika di tinggal oleh saksi Dewi sekitar pukul 12.00 Wit, posisi sarung tersebut di atas pintu kamar dengan posisi terlipat. (Diduga korban hendak bunuh diri menggunakan kain sarung namun tidak berhasil).4(empat) Tidak adanya suara gaduh pada saat itu berdasarkan keterangan dari tetangganya baik di atas maupun di samping rumah korban. 5 (lima) Adanya isi pesan yang di temukan di dalam handphone korban yang isinya,

” sya minta maaf, sya sdh tdk sanggup lagi…
Tlong maaf kn smua kslahan sya. Dan sampaikan sma teman” semua…
Jgan ada yg di tuntut. ini bunuh diri.”
Memang sya yg salah.Tpi smua sdh brakhir..

6 (enam) Adanya tekanan motif ekonomi dimana korban mempunyai hutang sekitar 4 juta rupiah kepada bosnya, sehingga meminta saksi Dewi mencarikan pinjaman pada saat itu namun belum dapat-dapat, serta adanya kebiasaan korban bermain judi online.7(tujuh) Adanya saksi atas nama Edi yang sebagai tukang pompa, sedang membetulkan pipa dan pompa air di lorong tempat masuk ke rumah korban dari pagi hari hingga kejadian dimana saksi Edi tidak melihat atau menemukan adanya orang yang melintas atau lewat menuju rumah korban. 8 (delapan) Terkait badik yang di gunakan untuk menusuk korban sendiri, si ketahui badik tersebut adalah milik korban yang biasa korban bawa ketika perjalanan sebagai supir taxi hilux Bintuni – Manokwari dan sebaliknya.

Tindakan yang telah dilakukan oleh Kepolisian, yaitu melakukan Cek dan olah TKP, melakukan pemeriksaan saksi-saksi, membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan VER (Visum Et Repertum) ,mengamankan barang bukti dan hal lainnya terkait kejadian di TKP dan melakukan penyelidikan secara intensif.

Atas kejadian ini Kepolisian tetap melakukan penyelidikan dan apabila ditemukan bukti baru maka akan kembali dilaksanakan gelar perkara guna pengembangan perkara tersebut.

Berita acara press realise ini tertanda Kapolsek Bintuni IPTU.Herman,SH. (Haiser Situmorang)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.