Polsek Gane Barat Lamban Jalankan Tugas

Halsel (MR)

NEGARA kita adalah Negara yang berasas pada Pancasila dan UUD 1945 dan peraturan pemerintah, bicara tentang UU ada pasal yang menyatakan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah pengayom, pelindung, masyarakat serta menegakkan hukum. Namun itu belum dirasakan masyarakat kecamatan Gane Barat terkait penegakan hukum, ada beberapa persoalan yang terjadi dan telah disampaikan pada pihak yang berwenang dalam hal ini polsek Saketa namun sampai saat ini masih mengambang sebenarnya ada apa dibalik ini.

Ketika di konfirmasi oleh Media Rakyat seorang toko masyarakat Gane Barat yang enggan di korankan namanya juga seorang nelayan, dia mengatakan bahwa yang biasanya ikan masih saling minta sekarang mau beli saja susah. Ini dikarenakan terlalu banyak terjadi pemboman dan beliau mengatakan bahwa dalam sehari dua ini saya akan ketemu Kapolres untuk menyampaikan hal ini.

Intinya bahwa laut pesisir Gane Barat hampir setiap hari terjadi pemboman ikan, tiga kali dalam seminggu yang mengherankan ketika laporan di sampaikan kepada pihak Polsek Saketa kecamatan Gane Barat mereka mengatakan nanti di selediki dulu, kami sebagai masyarakat menganggap bahwa ada unsur lain sehingga saat ini kasus itu tidak di tindak lanjuti. Karena sampai saat ini kegiatan pemboman di pesisir Gane Barat terus terjadi dan telah menjadi kegiatan rutinitas para pelaku-pelaku bejat tersebut. Oleh nya itu kami sampaikan kepada bapak Kapolres kabupaten Halmaher Selatan agar memerintahkan kepada Kapolsek Gane Barat untuk menangkap dan menuntaskan masalah ini. Sebab jika masalah ini dibiarkan bagaimana nanti generasi kita kedepan. dan kami akan melakukan hal-hal yang tidak diingikan. jika pelaku bejad ini masi berlalulalang di wilayah kami.

Disela-sela keramaian, seorang toko pemudah Gane Barat yang juga Humas HMP Perikanan, selaku masyarakat desa Balitata kecamatan Gane Barat ketika selesai kegiatan Apdesi pada saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa apa yang dikatakan oleh seorang nelayan itu, memang benar hampir setiap hari terjadi pemboman sampai pernah di muka kampung saya, dan itu sudah di laporkan ke polsek Saketa tapi apa yang di laporkan harus punya bukti yang akurat, jelasnya kami pernah membawa bukti, yang anehnya ketika laporan itu masuk ke polsek dan hanya berselang tiga hari terjadi lagi kegiatan pemboman, yang menjadi pertanyaan dalam benak saya ketika di minta harus ada bukti pecahan botol lalu kalau botol bomnya cuman satu harus di rekayasa ?. ungkapnya.

Dan sesuai kesepakatan pihak Polres dan pemeritah Halsel dalam kegiatan abdesi yang di hadiri seluruh kepala desa bersama staf bahwa akan ada pemberantasan miras dan kegiatan yang merusak masa depan daerah ini. dan akan di tindak secara tegas bagi para oknum yang melakukan kegiatan-kegiatan yang merugikan masyarakat sesuai dengan UUD yang berlaku, olehnya itu di tempat ini saya berharap, Kapolres HALSEL agar bisa menyampaikan kepada Polsek Gane Barat untuk segera amankan orang-orang yang melakukan pemboman tersebut agar tuntutan UUD dapat terlaksana, tandasnya. >> MAN

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.