mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Poktan Gatot Kaca Desa Limpas, Diduga Menyalahi Prosedur Bantuan Saprotan Berupa Pupuk

Published on Oct 20 2015 // Berita Utama

Waryono 1 Waryono 2Indramayu, (MR)
Disaat Pemerintah tengah memanjakan petani dengan memberikan bantuan secara besar-besaran. Ternyata, hal tersebut  disalah gunakan dalam realisasinya dilapangan. Pasalnya, program mulia dari pemerintah yang bertujuan membantu petani supaya  taraf kesejahteraannya terangkat. Rupanya hal tersebut tidak digubris oleh Waryono, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Gatot Kaca, Desa Limpas Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Koran ini menyebutkan, dari Jumlah Lima Poktan di Desa Limpas, Empat diantaranya, ternyata tidak mendapatkan haknya berupa bantuan pupuk urea Posca sebanyak 7 ½  Tons per Kelompok, dari program paketan jitut tersebut.

Sehingga hal itu, menyulut emosi puluhan anggota ke empat Poktan tersebut. Dengan memendam rasa kekecewaan yang mendalam, puluhan anggota Poktan tersebut meluruk ke Kantor Desa Limpas, menuntut pihak Pemdes agar segera turun tangan terkait persoalan tersebut.

“Sebagai seorang Ketua, semestinya Waryono  harus bersikap adil dan transparan dalam penyaluran bantuan pupuk tersebut.

Kenapa dari Lima Poktan di Desa Limpas ini, hanya Poktan Gatot Kaca yang dipimpin oleh Waryono yang mendapat bantuan itu. Kami semua kan anggotanya, jangan pandang bulu dong,” ucap Kasam (55), salah seorang anggota Poktan kepada MR diKantor Desa Limpas belum lama ini.

Ditambahkan oleh dia, hal tersebut, bukan kali pertama terjadi. Namun, sudah berulang kali Waryono melakukan hal yang sama. Dirinya, bersama anggota lain meminta kepada Waryono  agar bersikap lebih adil dan jangan berat sebelah.

“Bantuan dari pemerintah jangan digunakan untuk kepentingan pribadi maupun golongan. Kami berharap, kedepan jangan ada lagi diskriminasi terkait bantuan tersebut. Kalau sampai hal ini terulang lagi, kami tidak akan segan-segan untuk menindak lanjutinya keranah hukum,” tegas Kasam.

Dari hasil pertemuan dengan pihak Pemdes dicapai kesepakatan, Pihak Pemdes Limpas akan menjadi mediator terkait permasalah tersebut. Menurut Tato (31), Kuwu Desa Limpas ketika ditemui MR mengatakan. Sebenarnya permasalahan tersebut, bisa diselesaikan secara internal  oleh Waryono selaku Ketua Poktan Gatot Kaca.

“Kami pihak Pemdes sebatas hanya sebagai medioator saja dalam penyelesaiannya. Mudah-mudahan persoalan ini bisa segera selesai.  Kami minta kepada rekan Media jangan sampai memblow up p, Kuwu Desa Limpas ketika ditemui MR mengatakan.

Sebenarnya permasalahan tersebut, bisa diselesaikan secara internal  oleh Waryono selaku Ketua Poktan Gatot Kaca.

“Kami pihak Pemdes sebatas hanya sebagai medioator saja dalam penyelesaiannya. Mudah-mudahan persoalan ini bisa segera selesai.  Kami minta kepada rekan Media jangan sampai memblow up persoalan ini, kami anggap persoalan tersebut hanya kesalah pahaman saja. jadi jangan terlalu dibesar-besarkan,” pinta Tato.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Warono.  Dia mengatakan, apa yang telah dilakukannya adalah suatu kesalahan yang cukup fatal.

“Saya akui bahwa tindakan tersebut adalah suatu kesalahan yang tidak semestinya dilakukan. Namun, saya juga melihat ada unsur rekayasa dalam tuntutan yang disampaikan anggota empat poktan tersebut. Sebab, melihat dari jalannya pertemuan antara empat poktan dengan pihak Pemdes. Saya paham betul mana anggota poktan yang asli dan bukan anggota poktan. Sebagioan besar adalah orang luar yang tidak termasuk dalam struktur anggota Poktan yang saya pimpin,” terang Waryono.

Ketika ditanya lebih lanjut, mengapa hanya Rustono  Ketua Poktan Wiralodra saja yang mendapatkan bantuan, padahal Rustono tidak tercantum sebagai penerima bantuan. Waryono mengatakan, dirinya merasa tidak enak dengan Rustono, pasalnya, kedekatan dirinya dengan Rustono yang menjadi alasannya.

Ditempat terpisah, Sukandi SH, Ketua KTNA Kecamatan Patrol ketika diminta konfirmasinya oleh wartawan koran ini enggan memberikan komentarnya.

Saya No Coment tentang masalah itu, silahkan sampeyan tanyakan langsung kepihak terkait saja,” pintanya.

Dadang Kusmayadi, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Patrol, ketika dikonfirmasi koran ini via sambungan telepon selulernya  mengatakan. Pihaknya tidak pernah memerintahkan  Ketua dan anggota Poktan diwilayahnya, untuk mengomersilkan bantuan paketan Jitut tersebut.

“Kalau ada Poktan yang berani membisniskan program bantuan paketan Jitut tersebut. Silahkan hubungi saya, sebab saya tidak pernah mengeluarkan statement seperti itu kepada Poktan. Kalau sampai ada yang berani  melakukan penyimpangan dalam program tersebut, akan saya tindak lanjuti,” tegasnya.  >>Afandi

Leave a comment