mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Pesantren Dinilai Sebagai Pusat Pendidikan Karakter Bangsa

Published on Aug 12 2011 // Pendidikan

Bogor (MR)

Pondok pesantren dinilai sebagai benteng pembangunan akhlak dan pusat pendidikan karakter bangsa dengan pola pembinaan dilangsungkan selama 24 jam. Pengasuh Po-ndok Pesantren Darul Mutta-qien, KH Mad Rodja Sukarta Rabu di Bogor menge-mukakan, pondok pesantren merupakan institusi pendidikan yang menaruh perhatian besar terhadap pembangunan akhlak para peserta didiknya. “Bagi pesantren pembangunan akh-lak santri di atas segalanya. Variabel terbesar keberhasilan pendidikan di pesantren adalah akhlak,” kata Mad Rodja.

Pembangunan akhlak men-jadi perhatian besar bagi kebanyakan pesantren di Tanah Air. Penyelenggaraan pendidi-kan di pesantren umumnya se-lalu diprioritaskan pada peng-gemblengan masalah akhlak.

Pola pembinaan santri selama 24 jam yang dilakukan pesantren ditujukan untuk membina akhlak. Dengan pola 24 jam santri tinggal di asrama, kiai dan guru dapat mengontrol prilaku santri dan mengarah-kannya sesuai dengan akhlak Islam. “Pembinaan selama 24 jam sebagai wujud keseriusan pesantren dalam membina akh-lak santri. Dengan tinggal dalam asrama selama 24 jam, pihak pesantren dapat melakukan kontrol secara ketat perkem-bangan akhlak santri,” papar tokoh MUI Kabupaten Bogor.

Pola pembinaan 24 jam yang dikembangkan pesantren, terangnya, memudahkan pesan-tren dalam menanamkan nilai-nilai akhlak kepada para santri. “Pesantren merupakan kawah candradimuka pendidikan ka-rakter bangsa. Pesantren mem-berikan kontribusi signifikan dalam membangun moralitas dan karakter bangsa,” ujar Mad Rodja. Dia melanjutkan, “Pesan-tren telah berkontribusi sebelum republik berdiri. Bahkan pesan-tren telah berkembang sejak zaman Wali Songo beberapa abad silam, memberikan kontri-busi bagi pembinaan akhlak bangsa.” (Ida)

Leave a comment