mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Pers Natuna Solidarity, Berbagi Rasa?. Mau Berubah Nasib, Malah Jadi Janda.

Published on Nov 05 2017 // Natuna Membangun
Natuna (MR)-Mentari pagi begitu cerah,  memancarkan sinar  ke Bumi.Disudut kota ranai, hiruk pikuk kenderaan terlihat lalu lalang. Namun cerahnya cuaca dipagi itu, tidak secerah Hati Tia.
Siti watia Ningsih  janda beranak tiga ,sudah 3 tahun ditinggal mati oleh suami. Ia harus rela berjuang untuk menghidupi tiga anaknya .Pahitnya liku liku kehidupan harus dia hadapi,demi mencari sesuap nasib.Tidak ada sanak saudara untuk tempatnya mengadu.Hanya pondok kecil itulah tempat dia untuk berteduh. “Saya hidup sebatang kara di Natuna ini pak, ucap, wanita berparas ayu itu.Saat sejumlah wartawan Solidarity, memberikan bantuan kepadanya.
Siti watinia Ningsih(34) , akrab dipanggil Tia,   menceritakan, digubuk derita berukuran, 4×3 ini, Ia harus berjuang untuk membesarkan ketiga anaknya, terlebih anak  paling bungsu, mengalami cacad mental, sehingga belum bisa berjalan.pada hal sudah berusia 2,5 tahun.
Rumah ini dulunya bekas gudang , dijadikan tempat tinggal, meski demikian, Ia merasa bersyukur, karena pemiliknya ,pak gono, memberi Dia tinggal disana,secara gratis.Dibilang layak, mungkin jauh dari kata tidak.Namun semua harus disyukuri. Belum lagi lokasinya yang agak kumuh karena berada dibelakang. Kalau musim hujan binatang kecil seperti lipan, sering naik kerumah.
Selama ini, saya bekerja serabutan. Kadang buat penyek untuk d antar ke kantin, kadang ojek anak sekolah. Meski nilainya kecil, Saya harus bisa membaginya untuk menghidupi ketiga anaknya.Ucap wanita berkulit sawo matang itu.
Kedatangan Kami ke Natuna ingin berubah nasib, namun apa nak dikata, semua sudah takdir., Untung tak dapat di raih, nasib tak dapat ditolak, baeu tiga tahun, mengadu nasib, Suami harus meninggal .” Kami ke Natuna tahun 2012, dan suami meninggal tahun 2015, ucap wanita asal kediri itu.
Ia mengakui, pengen kerja berat, namun tidak mampu, sebab saat kecelakaan dulu bersama suami, ,tangan saya retak, dan sampai hari ini, ngak bisa angkat berat.
Pengen pulang kampung halaman, namun tidak ada lagi yang mau dituju.Orang tua dah meninggal, sanak saudara yang lain , tidak mau ngurus lagi. Sementara adek sendiri, sudah ngak tau kemana, ngak bisa dihubungi lagi Hpnya.
Mau tak mau, terpaksa bertahan hidup di Natuna. Diakuinya, selama ini, belum pernah dapat bantuan dari pemerintah, kecuali, saat lebaran, ada dapat jatah untuk anak yatim.
Perjuangan hidup yang dialami Tia, memang sangat berat, selain untuk biaya hidup sehari hari, dirinya juga menjadi orang tua tunggal bagi ke tiga anaknya, yang  duduk di bangku sekolah dasar.Mudah mudahan Tuhan memberi saya kesehatan, agar bisa memperjuangkan anak anak ,katanya.
Koordinator amal Pers Natuna Solidarity M.Rojali, mengatakan, bantuan yang diberikan berupa sembako, diantaranya beras, gula pasir, mie instan, minyak goreng dan ditambah sedikit uang tunai untuk Siti dan keluarganya.
“memang apa yang kita kasih tidak seberapa jumlahnya, namun setidaknya dapat memotivasi saudara-saudara yang lebih mampu untuk berbagi antar sesama, teratuma bagi mereka  membutuhkan”, ungkap wartawan  biasa disapa Jali .
Dikatakannya, teman-teman
 tergabung dalam Pers Natuna Solidarity terus berupaya melakukan kegiatan amal baik berupa baksos pembersihan tempat ibadah ,maupun penyaluran paket sembako serta santunan kepada anak-anak yatim.
“insa allah, kita dan teman-teman akan terus melakukan kegiatan sosial, rencana sebagai penutup tahun akan melakukan turing mengunjungi desa-desa untuk membegikan paket sembako dan menyantuni anak-anak yatim”, terangnya.
Secara pribadi ia bersama rekan rekan merasa iba, atas kondisi yang menimpa keluarga Tia.
Ia sangat berterima kasih kepada rekan rekan pers Solidarity, yang tanggap dan mau berbagi rasa antar sesama. Dengan bantuan rekan rekan, beban keluarga ini bisa terbantu.
Hal senada juga dikatakan salohot.Bahwa kekompakan yang dijalin rekan sesama jurnalis sudah solid.Bantuan  di salurkan rekan rekan ini, suatu bukti, bahwa pers Natuna punya kepedulian terhadap sesama.Moga apa  dilakukan rekan rekan bisa bermanfaat bagi yang lain./Roy.

Leave a comment