Pengadaan HT Desa Tukum Dipertanyakan

Lumajang, (MR)
Guna mempermudah komunikasi antar warga khususnya para RT, RW, Linmas berikut staf perangkat desa Tukum mencari terobosan dengan mengajukan proposal ke pemkab Lumajang guna bantuan dana pengadaan HT (Handy Talky) sebesar 50 juta, dan hal tersebut dipelopori oleh bantuan Barisan Delegasi Kamling (BADAK) salah satu komunitas masyarakat penggemar HT, namun setengah perjalanan pemerintah Desa Tukum khususnya Kades Tukum yang awalnya hanya sebatas mengetahui akhirnya turut campur tangan dalam proses pengadaan HT tersebut.
Guntur selaku sekretaris BADAK saat ditemui wartawan mengatakan, “kita menerima bantuan dana hibah dari Satpol PP senilai 50Jt yang tujuannya kita belanjakan pembelian HT sebanyak 75 unit dengan harga kisaran per unit seharga 450 Ribu Rupiah dan setelah kita hitung-hitung kita butuh anggaran 42 juta, namun setelah anggaran turun senilai 50 juta, kita diminta menemui Kades Tukum di kantor desa dan saya dikasih uang senilai 40 juta tanpa kita hitung kita bawa uang tersebut dan saya bersama beberapa teman komunitas BADAK berangkat ke Surabaya belanja HT dengan merk,” tuturnya.
“Ketika pesanan HT sudah terpenuhi giliran akan membayar ternyata uang yang kita bawah jumlahnya 37 juta bukan 40 juta dan ketika kita konfirmasikan ke Kades ngotot uang yang diserahkan ke kita 40Jt, tanpa panjang lebar kita atasi hal tersebut mengingat program ini harus tetap jalan sesuai rencana awal, dan setelah setibanya di Lumajang kita langsung mendistribusikan HT, namun hal tersebut di cegah dan diambil alih Yunus selaku Kades Tukum,” terangnya.
Guntur menambahkan, “dalam pendistribusian tidak pas sasaran mengingat masih ada RT yang tidak menerima justru HT di berikan kepada perangkat desa yang awalnya kesemuanya tidak masuk hitungan mengingat desa telah menganggarkan pengadaan HT untuk perangkat dari ADD 2018 sebesar 14 juta sekian,” tegasnya.
Yunus selaku Kades Tukum Kecamatan Tekung ketika ditemui wartawan membenarkan dirinya menerima Bansos dari Satpol PP Kabupaten Lumajang senilai 50 juta, “ya kita menerima bansos tersebut dan saya serahkan pada Timlak (Tim Pelaksana) senilai 40 juta guna pembelian HT kita distribusikan pada 57 RT dan sisanya kita kembangkan untuk Linmas dan Tomas, dan mengenai sisa dana sebesar 10 juta itu kita gunakan untuk pajak pengadaan barang sebesar 5 juta 250 Ribu Rupiah dan untuk sisanya silahkan konfirmasi ke Jagur selaku Ketua Timlak dalam kegiatan ini, dan hal uang senilai 40 juta yang saya serahkan kepada Timlak itu genap tidak ada kekurangan dan jika Timlak mengatakan uang tersebut hanya 37 juta itu “HOAX”, semestinya jika uang itu kurang ya tidak usah dibawa,” paparnya. (Bersambung) >>AM

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.