mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Pemkot Kotamobagu Tidak Kenal “Mayoritas dan Minoritas” Karena Torang Semua Ciptaan Tuhan

Published on Jan 14 2017 // Berita Utama

Kotamobagu, (MR)
Pastor Paroki Kristus Raja Kotamobagu, Sulawesi Utara, Pastor Canisius Rumondor MSC, meminta kepada umat Kristiani yang menghadiri Ibadah Natal Bersama Masyarakat untuk “menjaga dan mengembangkan sikap toleransi, sebab bekerja membutuhkan kerjasama.

Ibadah Natal Bersama Masyarakat yang dipimpin bersama oleh imam itu beserta Pendeta Cristin Raintama Pangulimang, Pendeta Deiske Killa, dan Pendeta Rausa Tiku dilakukan di sebuah restoran di Kotamobagu, 29 Desember 2016, dan dihadiri pemerintah Kota Kotamobagu, Polres Bolaang Mongondow, Kodim 1303, serta pimpinan pengadilan negeri dan kejaksaan Kota Kotamobagu.

Berkaitan dengan subtema “Dengan Sukacita Natal tahun 2016 kita tingkatkan semangat kerja untuk menghadapi Tahun Investasi Kotamobagu 2017,” Pendeta Cristin Raintama Pangulimang mengingatkan, “Kalau bekerja itu menjadi sesuatu yang menggembirakan dan membanggakan, maka Tahun Investasi akan menjadi berkat bagi Kota Kotamobagu.”

Walikota Kota Kotamobagu Tatong Bara juga mengingatkan bahwa Kotamobagu tidak mengenal mayoritas dan minoritas. “Hari ini adalah Natal Bersama. Walaupun dibalut dengan perbedaan agama, kita duduk bersama merayakan kemenangan Kristus,” kata hajah itu.

Walikota juga berpesan agar “di hari Natal ini kita bersama-sama saling menjalin persaudaraan dan kebersamaan serta saling menghargai perbedaan agama, suku dan budaya, karena ‘Torang semua ciptaan Tuhan.’”
Menurut wakil ketua panitia Natal Bersama Masyarakat itu, Romel Pontoh, acara itu memang dilakukan dengan harapan “kita semua bisa mempererat tali silaturahmi antarumat beragama dan membangun kebersamaan dengan Pemerintah Kotamobagu, TNI-Polri, Pengadilan dan Kejaksaan serta masyarakat.”

Untuk menunjukkan sikap pluralisme kepada warta kota Walikota Kota Kotamobagu Hj Tatong Bara, juga datang menyapa umat Katolik di Gereja Katolik Paroki Kristus Raja pada Misa Tahun Baru 1 Januari 2017. Sebelum walikota menyampaikan Pesan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 umat Katolik yang hadir dalam Misa menyanyikan lagu “Hidup Rukun dan Damai” dalam bahasa Mongondow. Saat itu Pastor Rumondor menghimbau umat Katolik untuk “saling menghargai dan saling mendorong agar terjalin kedamaian, saling menghormati pendapat dan pandangan yang berbeda, hidup rukun dan damai dalam keseharian agar kedamaian selalu tercipta.” >>Michael Pati

Leave a comment