mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Pemkab Gelar Safari Romadhon

Published on Jun 08 2017 // Ragam

Natuna, (MR)
Dalam rangka menyambut bulan suci Romadhon jatuh pada 27 Mei, pemerintah Kabupaten Natuna menggelar acara safari Romadhon 1438 H. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjalin tali silahturahmi antara masyarakat dengan Pemkab Natuna. Alasannya tidak semua masyarakat dapat bertatap muka langsung dengan Bupati, karena berbagai faktor kesibukan.

Lewat kunjungan ke mesjid dan surau, inilah Bupati dan Wakil bisa bertatap muka langsung dengan masyarakat setiap tahun ketika bulan puasa tiba, Pemkab Natuna selalu melakukan kegiatan safari.

Adapun rencana kegiatan akan dilakukan mulai tangal 30 Mei sampai hari ke 17 Nuzul qur’an. Masuk dalam rombongan Bupati yaitu Ketua DPRD, Sekda, Sebagian unsur Muspida, Kepala Dinas, dan Kabag. Sementara untuk mengisi rombongan Wakil Bupati, terdiri dari Wakil Ketua DPRD, Kepala Dinas, Kabag.

Safari kali ini berbeda dengan sebelumnya, jika dulu kegiatan Safari melibatkan tiga kelompok yakni Bupati, Wakil Bupati dan Sekda. Tapi tahun ini dirampingkan. Belum tahu pasti apa alasan panitia melakukan perampingan, padahal jika dibagi tiga kelompok, dapat menjelajah mesjid-mesjid yang ada di Kecamatan Bunguran besar.

Bupati Natuna Hamid Rizal, dalam Safari pertama bersama rombongan di mesjid Jamik Ranai Kota, meminta masyarakat agar bersama-sama membangun tali silaturahmi dan saling menghormati antara umat beragama, sehingga tidak terjadi perpecahan.

“Mari Kita Bangun Natuna ini bersama-sama. Selama setahun memimpin, Saya bersama Bu ngesti berusaha semaksimal mungkin untuk menggerakkankan roda perekonomian, dan mempercepat pembangunan. Kendati demikian, ketatnya aturan, dan sedikitnya dana transfer yang dikucurkan dari Pusat, menjadi kendala bagi daerah untuk bisa cepat bekerja, Pemerintah daerah hanya dapat mengelola 10 persen dari seluruh anggaran yang ada,” ucap Hamid.

Lebih lanjut, “meski demikian, Kami tetap optimis, bahwa laju perekonomian masyarakat Natuna akan tercapai dengan baik, sehingga dapat di nikmati oleh masyarakat Natuna, untuk itu mari Kita bergandeng tangan bahu membahu, agar semua cita-cita Kita bisa terlaksana dengan baik,” ajaknya.

Ia juga meminta, agar masyarakat selalu menjaga keharmonisan antar sesama jangan mudah terpancing. Kebinnekaan NKRI harus kita jaga bersama, hanya itu yang dapat saya sampaikan. Semoga, bermanfaat bagi Kita semua. Tahun ini, Pemerintah Pusat telah membuka kran, agar Pemkab dapat memberikan bantuan.

Tempat terpisah, ketua pengurus mesjid Maulana berterima kasih, atas kunjungan Wakil Bupati Natuna di mesjid Maulana. Kami meminta, agar dibantu pembuatan drainase, karena jika hujan sering banjir. Kemudian Soal pagar mesjid, kami bangun dengan swadaya sudah mulai retak. Masalah pagar, tolong lah dianggarkan, karena sudah empat kali disampaikan, tapi tak kunjung turun. Terlebih jalan ini merupakan jalan protokol dan dilewati setiap saat oleh pemerintah Daerah, ucap Namawi.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprati, yang akrab dipanggil Bu yuyun. Meminta kepada semua pihak, ummad beragama agar selalu menjaga keharmonisan. Mari Kita sukuri nikmat bulan puasa di tahun ini. Dengan kunjungan safari ini, kami bisa berbaur dan bertatap muka langsung dengan masyarakat.

Disini masyarakat bisa mengutarakan permasalahan kepada kami, agar jadi masukan bagi pemerintah. Alhamdulillah, berkat kegigihan Pemerintah Sekarang, maka tahun ini semua Rumah ibadah dapat menerima bantuan. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat, ucap Ngesti saat melakukan safari perdananya di mesjid Maulana Bandarsyah.

Apa yang dikatakan ketua mesjid dapat dilaksanakan dan jadi catatan bagi Kami, karena sekarang ini administrasi harus tertib. Tolong Pak Eka di catat, mana yang paling prioritas, mungkin pagar harus terlebih dulu dilaksanakan. Inilah bentuk silahturahmi antara Pemkab dengan masyarakat, ucap Ngesti memerintahkan Kadis PU.

Selama satu tahun memimpin, baru tahun ini dapat menjalankan program kami. Tahun ini dana transfer dari pusat ke daerah lebih kecil. Berbeda dengan dulu, dana DBH makin minim. Anggaran itu banyak ditempatkan di Kementerian. Tugas Kita untuk mengejar anggaran itu biar terkucur ke daerah beruntung Natuna daerah terluar, sehingga Presiden memerintah kan percepatan pembangunan di Natuna.

Ada lima pilar yang dipesan Jokowi untuk segera di bangun yakni Perikanan, pariwisata, pertahanan keamanan, minyak dan gas, serta lingkungan hidup. Saya yakin bapak ibu semua agar bisa menerima Natuna di jadikan Daerah Pertahanan.

Ini semua demi kebaikan Kita semua guna menjaga terjadinya konflik. Kami meminta agar masyarakat mau bersama-sama membangun daerah ini. Pemkab akan tetap berkomitmen membangun dari Desa Kelurahan dan Kecamatan. Ini merupakan komitmen pemerintah. Ada beberapa prioritas yang menunjang perekonomian masyarakat, ucap Ngesti.

Kabag Kesra Syarifuddin ketika di konfirmasi wartawan diruang kerja Selasa 30 Mei mengatakan, untuk tahun ini ada bantuan bagi seluruh rumah ibadah, yang telah terlebih dulu memasukkan proposal, agar dapat sebagai penerima bantuan dana hibah, rumah ibadah tahun 2017.

Ada bantuan untuk mesjid, vihara, Gereja 10 juta, surau 5 juta se-Kabupaten Natuna, dengan catatan bagi mereka yg mengajukan proposal. Sebelum pembahasan APBD murni September 2016, proposal sudah harus kami terima, agar dapat melakukan pengajuan kepada pemerintah daerah. Adapun jumlah proposal yang telah masuk dalam pengajuan sebanyak 277 termasuk surau. Jumlah ini masih jauh ketimbang jumlah Rumah ibadah yang ada di Natuna. Jadi untuk tahun ini, yang berhak menerima bantuan, hanya 277 rumah ibadah dan surau ini saja.

Diakuinya tahun 2015, kegiatan dana bansos ditiadakan karena tidak diperbolehkan oleh Pemerintah pusat. Namun setahun kemudian kebijakan itu dialunir dan dikatakan dapat dibantu, khusus rumah ibadah yang mereka membutuhkan dan membuat proposal. Maka seluruh rumah ibadah yang ada di Kabupaten Natuna, kita surati untuk pemberitahuan. Tetapi hanya 277 yang mengajukan, ucap sang Kabag di amini oleh Rozali selaku Kasubag Agama.

Menurut Rozali, yang hadir pada saat itu untuk penyaluran bantuan, tetap seperti dulu lewat rekening rumah ibadah diambil langsung di Bank Pembangunan Daerah. Jika ada yang diberikan pada saat kegiatan safari romadhon merupakan simbolis saja, paparnya.

Disisi lain, pembagian safari menjadi dua kelompok dari tiga kelompok sebelumnya, dikatakan Syarifuddin untuk mengantisipasi agar setiap rombongan ramai saat melakukan safari romadhon. Sekaligus untuk mengantisi jika Bupati Atau Wakil sedang berhalangan, maka peran mereka digantikan oleh Sekretaris Daerah. Selama ini, jika Bupati dan Wakil, berhalangan, digantikan oleh Asisten, maka pola itu Kita rubah. >>Roy

Leave a comment