Pemerintah Jamin Nelayan Indonesia Tidak Akan Ditangkap Malaysia

Jakarta (MR)

Pemerintah melalui Menteri Kelautan dan Perikanan menjamin nelayan Indonesia tidak akan ditangkap lagi oleh pihak Malaysia jika melewati batas teritorial, karena sudah ada perjanjian bilateral antarkedua negara.

“Indonesia dan Malaysia sudah menandatangani kesepakatan bilateral untuk tidak menangkap nelayan yang menggunakan perahu motor di bawah 10 gross ton (GT),” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo pada peresmian pembangunan gedung Sekretariat Regional Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fishering and Food Security (CTI-CFF) di Manado, Sulawesi Utara, sesuai dengan release yang diterima wartawan di Jakarta Sabtu (28/1).

Dalam kurun waktu beberapa tahun tercatat banyaknya kasus penangkapan nelayan Indonesia oleh pihak keamanan negara tetangga tersebut yang diakibatkan oleh sengketa batas toritorial kelautan antara kedua negara tersebut. Hal itu sempat menjadi momok warga negara Indonesia khususnya yang bermatapencaharian sebagai penangkap ikan di laut.

Menurut Sutardjo, perjanjian kerja sama tersebut berlaku sebaliknya juga. Artinya, nelayan Malaysia yang mengoperasikan kapal motor di bawah 10 GT tidak akan ditangkap patroli Indonesia.

Adanya kerja sama bilateral antara kedua negara tersebut, kata Sutardjo, diharapkan nelayan Indonesia dapat memperoleh hasil tangkapan yang lebih banyak. Sebab, tidak ada kekhawatiran lagi dipenjarakan karena melewati batas perairan, hal itu mungkin akan bisa membuat nelayan tenang dalam melaut.

Selain itu, untuk mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan, ujarnya, tidak mungkin hanya berharap dari hasil penangkapan dan tanpa adanya industrialisasi. Industrialisasi yang dicanangkan pemerintah diharapkan terwujud karena nantinya menjadi konsep terintegrasi. Sehingga dapat dihasilkan pasokan cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri maupun mancanegara.

“Filipina, Thailand, Vietnam, mampu mengekspor hasil laut yang lebih besar dari Indonesia, karena itu perlu ada konsep terintegrasi guna mendorong kapasitas produksi perikanan meningkat,” kata Sutardjo. >>Sarif/Eka

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.