mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Pemerintah Berhati-hati Naikkan Harga BBM Bersubsidi

Published on Dec 15 2012 // Berita Utama

Jakarta,(MR)

STAF Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah menegaskan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum memberikan sinyal untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) meski subsidi membengkak.

Menurut Firmanzah, kondisi sosial politik menjelang 2014 akan mejadi perhatian utama sebelum memutuskan atau menaikkan harga BBM. “Pertimbangan juga memperhatikan dampak sosial politik menjelang Pemilu 2014. Presiden juga sedang dipertimbangkan semua faktor,” ujarnya, Rabu (12/12).

Saat ini, pemerintah tengah menghitung semua opsi menyangkut kebijakan BBM bersubsidi. Firman menjelaskan apapun pilihannya untuk menjaga daya beli masyarakat, stabilitas, dan investasi tidak terganggu.

“Pemerintah, saat ini, terus menghitung dan mempertimbangkan semua opsi, baik menaikkan ataupun mempertahankan. Apapun pilihannya untuk menjaga daya beli masyarakat, stabilitas, dan investasi tidak terganggu,” ujarnya.

Presiden SBY sudah menandatangani Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2013 pada 17 November lalu.

Dari total Anggaran Belanja sebesar Rp1.683,011 triliun, sebanyak Rp193,805 triliun dianggarkan untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), subsidi listrik sebesar Rp80,937 triliun, subsidi pangan sebesar Rp17.197 triliun, subsidi pupuk sebesar Rp16.228 triliun, subsidi benih sebesar Rp1,454 triliun, subsidi dalam rangka kewajiban pelayanan umum (PSO) sebesar Rp1,521 triliun, subsidi kredit program Rp1,248 triliun, dan susidi pajak Rp4,825 triliun.

Sebelumnya, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan harga BBM bersubsidi sudah saatnya dinaikkan. Dia beralasan, kemampuan pemerintah mengelola pembangunan semakin menurun. Kalla menyadari dampak inflasi akibat kenaikan harga BBM bersubsidi itu. Namun, dia mengatakan, pemerintah harus menentukan langkah bagi pertumbuhan ekonomi. Dia mencontohkan seperti Turki yang mempunyai laju inflasi tinggi namun bisa maju. >> Mohammad

Leave a comment