Pembangunan Pelabuhan Perintis Pulau Laut, Jadi Lahan Korupsi?.

Natuna (MR)- Pembangunan  Pelabuhan Perintis di Kecamatan Pulau Laut, akhir akhir ini jadi buah bibir .

Pasalnya Proyek Kementerian Perhubungan, Direktorat Perhubungan laut, dikerjakan PT Dian Sentosa dengan konsultan pengawas PT Agusta Prima Karsa  dan konsultan pengawas PT, Agus Primakarsa,  dikerjakan “asal-asalan”.

Proyek  Kemenhub merupakan kegiatan tahun jamak, dibangun  2013 lalu, proyek ini telah memakan anggaran puluhan milyar. Namun pada tahun 2018, dilakukan penyelesaian dengan  anggaran Rp.40.849.695.142.

Celakanya pihak rekanan tidak bisa menjaga kwalitas bangunan. Kurangnya pengawasan   membuat pihak rekanan kerja “sembarangan ‘
untuk meraup untung yang lebih besar.Material lokal pun dimanfaatkan guna memenuhi kekurangan . Pada hal mutu dan kwalitasnya sangat diragukan. Selain belum mendapat uji Lab, ketahanan bangunan bisa membahayakan penggunanya.

Lalu timbul pertanyaan Dimana konsultan pengawas yang nota bene digaji untuk itu?, apakah mereka tidak melakukan pencegahan  atau sebaliknya tutup mata? Okeh sebab itu diminta tindakan tegas  dari aparat hukum, untuk mengusut Proyek pembangunan pelabuhan Perintis di Kecamatan Pulau Laut .

Camat Pulau laut Sudirman ketika dikonfirmasi lewat telpon selulernya, Senin tgl 04/02/2019, tidak menampik  soal berita itu.  Dikatakannya    kabar  pihak rekanan memakai material lokal, karena kekurangan bahan, memang terdengar ditelinganya. Namun kabar itu belum pasti Karena saya tidak ada  melihatnya .

Pihak rekanan hanya minta izin  pada saat membangun,  kalau untuk selanjutnya diluar wewenang Kita”.

Dikutip dari Batam Today Amrulah tokoh pemuda Natuna, menyesalkan kinerja pihak rekanan. Tokoh pemuda ini kwartir akan ketahanan pelabuhan, mengingat ombak di sana tergolong kuat.  Bagaimana jadi jika kapal bertonase ratusan ton bersandar disana. Seharusnya Jika material  didatangkan kurang, harus di beli  lagi, itu sudah menjadi resiko. Cetusnya.

Pauzi disebut, sebut orang yang bertanggung jawab dilapangan saat dikonfirmasi wartawan lewat WA, lebih memilih bungkam .Pada hal chat sudah dibaca namun tidak direspon. /Roy.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.