mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Pembangunan Box Culvert Jalan Klarik Amburadul

Published on May 28 2016 // Berita Utama

Herman:  Habis Tak Habis Masa Pemeliharaan, Kalau Rusak Kami Perbaiki

Salah satu dinding boxcover sdh ambrukNatuna, (MR)
Jalan tembus antara Desa Klarik Batubi, sudah lama selesai, Meski belum sepenuhnya di aspal, Jalan tersebut sangat membantu warga klarik ingin bepergian ke Ranai Ibu kota Natuna. Selain irit, Jalan tersebut mampu ditempuh dengan waktu 2 jam. Padahal sebelumnya, masyarakat harus melalui laut, itupun harus menginap. Namun akhir-akhir ini, sejumlah warga merasa resah, pasalnya pengaspalan yang dilakukan oleh kontraktor dari Pinang ini, tidak semulus jalan yang Dia kerjakan.

Paijo bukan nama sebenarnya, menuturkan untuk pembangunan jalan, tidak ada masalah, namun untuk box culvert memang “tidak layak”. Lihat saja kondisinya sudah mau ambruk, ucapnya. Paijo juga tidak mengetahui PT apa yang mengerjakan, sebab paket tersebut sejalan dengan pembangunan aspal arah klarik, itu mulai dari Bukit, ucapnya seraya menunjukkan pekerjaan. Namun demikian Saya tahu persis, box culvert ini kabarnya di sub kontrakan kepada pihak ketiga. Kemungkinan besar, inilah masalahnya, sehingga kwalitasnya berkurang. Coba tanya aja pengawas proyek dari kontraktornya, namanya Herman. Kalau pegawas PU dari provinsi jarang ada, sarannya.

Hasil investigasi dilapangan, membenarkan, pembangunan box culvert jalan batubi klarik, tidak sesuai bestek. Dari hasil pantauan dilapangan, batu miring untuk mengikat box culvert sudah ambruk, dan dipastikan jika hujan tiba, bisa jadi amblas semuanya. Sementara proyek tersebut merupakan dana APBD Provinsi Kepri tahun 2015, yang masa pemeliharaan sudah habis.

Herman selaku orang yang dipercaya pihak rekanan untuk mengawasi setiap pekerjaan, ketika dikonfirmasi wartawan koran ini, terlihat arongan. Dari gaya bicaranya via sms, dengan gamblang Ia mengatakan, “Habis tak habis masa pemeliharaan, kalau rusak kami perbaiki.” Jawaban “songong” pengawas lapangan ini tidak mencerminkan seorang yang berpendidikan. Seakan-akan dana, pembangunan box culvert, merupakan uang pribadinya sendiri.

Sehingga “seenak nya” saja berbicara kalau rusak diperbaiki. Jika pihak rekanan masih memakai pegawas seperti ini, bisa-bisa bakal merusak reputasi perusahaan. Pembangunan box culvertt merupakan uang rakyat yang dipungut melalui distribusi pajak. Untuk itu diminta kepada aparat hukum agar segera turun kelapangan untuk menyelidiki, adanya unsur “korupsi” dalam pembangunan box culvert itu, Sementara itu Kepala PU Provinsi, hingga berita ini diturunkan belum dapat dihubungi. >>Roy

Leave a comment