mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Pelatihan Manejemen Hidupkan Kembali Koperasi Mati Suri

Published on Apr 18 2017 // Berita Utama

Natuna, (MR)
Kepala Dinas Perindustrian, perdangangan koperasi dan usaha mikro Helmi Wahyuda dalam sambutan mengatakan, pelatihan manejemen koperasi, UKM di Kabupaten Natuna bertujuan untuk menghidupkan kembali koperasi Natuna yang akhir-akhir ini mengalami kemerosotan. Berbagai program pun telah kita siapkan guna melakukan pembinaan kepada Manajaman koperasi. Saat ini ada sekitar 30 peserta yang akan mengikuti pelaksanaan pelatihan UKM.

Sementara Narasumber di datangkan dari Kementerian koperasi dan UKM Cecep dan Ali Sadikin. Mereka ini lah yang akan melakukan pelatihan selama tiga hari kedepan.

Adapun tujuan dari kegiatan ini, supaya pengelolaan koperasi lebih profesional. Sebab selama ini banyak yang tidak memahami. Saya berharap kepada koperasi yang hadir, agar dapat memanfaatkan pelatihan ini, sebaik-baiknya, sehingga apa yang di berikan Narasumber, dapat dimanfaatkan untuk diterapkan.

Kami undang koperasi dan UKM, yang aktif saja. Sasaran Kita koperasi UKM bergerak di semua lini, seperti industri rumahan, perikanan, dan simpan pinjam.

Tindak lanjut dari pelatihan ini agar mereka bisa lebih baik dalam melakukan pengelolaan manajeman. Terkait bantuan, untuk sekarang ini Pemkab Natuna tidak ada memberi, karena ada aturan dari Pemerintah Pusat, bahwa tidak boleh memberikan bantuan dana bannsos secara berulang.

Meski demikian, Kita tetap berupaya bagaimana koperasi UKM dapat Hidup kembali. Oleh karena itu, pihaknya menganjurkan agar pengguna usaha, membuat proposal kepada pusat,lewat kementerian Koperadi dan UKM.
Untuk Natuna sendiri, sudah ada yang digulirkan lewat koperasi simpan pinjam. Salah satu bantuan koperasi yang di gulirkan pusat, koperasi simpan pinjam, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDP), papar Yuda.

Sementara Wakil Bupati Natuna Hj Ngesti Yuni Suprapti Daeng saat melakukan pembukaan kegiatan pelatihan berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi pengurus koperasi. Berbicara soal koperasi, dulu Ibu Sri tidak henti-hentinya membesarkan koperasi ini. Saat ada bantuan dari Pemkab, koperasi UKM tumbuh subur bak jamur, tapi setelah tidak ada bantuan, langsung tutup.

Pada tahun 2013 lalu ada aturan dari koperasi itu sendiri bahwa koperasi simpan pinjam beda dengan koperasi industri. Sementara di Natuna disapu rata. Ini jadi masalah. Sekarang ini koperasi UKM yang masih mampu bertahan, perlu memperkuat manejemen, agar tidak mati suri.

Karena koperasi yang ambil modal dari Pemkab, diwajibkan mencicil pinjaman ke Pemkab kata Ngesti. Harapan kita ingin pengelola koperasi dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Perlu pengetahuan pengelolaan koperasi lewat teknologi, sehingga tingkat produksi baik, jangan hanya sebatas simpan pinjam saja.
Sekarang ini ada koperasi OKP di fasilitas oleh Nelayan. Koperasi ini, dari kita dan untuk Kita. >>Roy

Leave a comment