mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Pelantar Pelabuhan Sumedang Menanti Korban

Published on Jan 30 2012 // Berita Utama

Wan Hasan : Dimana Dana Perbaikan Tahun 2011  2,5 M?

 

Natuna,(MR)

KENDERAAN roda dua itupun melaju dari Tj.Sebauk menuju Desa Semedang. Meski jalannya terseok-seok, namun sampai juga ditempat tujuan. Mentari disiang hari, sangatlah cerah, Aktipitas 4 rumah yang bartender di sisi pelantar jalan disibukkan dengan pekerjaan bantuan  rehap rumah tidak layak huni dari Pemerintah (RTLH) sesekali mereka mengelap keringat. Tak terlihat diwajah mereka rasa lelah.

Hutan kecil disekitar pelabuhan sudah mulai Punah, desiran ombak dan hembusan angin membuat sengatan matahari tidak terasa. Lautan luas terbentang diantara gunung, menambah indahnya alam sekitar. Namun pemandangan itu sirna saat kita melihat kondisi Jalan pelantar pelabuhan Semedang.

Dulsah (65) tahun, meski kulitnya sudah mulai keriput, namun masih terpancar diwajahnya secercah harapan, Gerakannya masih terlihat lincah. Lelaki beranak 9 ini masih lantang bercerita, Saat ditemui dilokasi  Pelabuhan pelantar Sumedang. Dikatakannya, Pelabuhan ini sudah dibangun sejak tahun 2004 dari dana P3DK. Ia menuturkan sejak itu, Pemeliharaan dilakukan oleh masyarakat secara swadaya. Pernah sekali Pemerintah Daerah memberikan bantuan tahun 2010 dengan cara di proyekkan, namun hasilnya tidak maksimal. Lihat  saja, kondisi akses jalan penghubung 5 Desa ini, ke Kecamatan Sedanau, sudah mengalami kerusakan sepanjang 200 M dan sangat membahayakan penggunanya. Kalau dulu kenderaan roda dua bisa sampai ke pelabuhan, sekarang jalan kaki pun kita takut jatuh, sebab sudah banyak kayu penyanggah busuk. Hal ini juga sudah beberapa kali diusulkan namun dua pemimpin terdahulu belum merealisasikannya. Panjang pelantar sekitar 600 M, Kita pingin Pemerintah dan wakil rakyat mau buka mata dan buka telinga serta buka mata hati, agar jembatan penghubung untuk transportasi ke Sedanau ini segera diperbaiki, kalau dapat permanen saja. pinta ketua RW Desa Semedang ini.

Hal senada juga dikatakan Kades Semedang Wan Hasan. Ia mengakui, jika tahun 2011 sudah pernah dianggarkan proyek pembangunan jembatan pelantar pelabuhan Semedang senilai 2,5 M. Namun kita tidak tahu kenapa tak dapat dilaksanakan.

Menurut pengakuan Kepala Dinas Perhubungan Wan Siswandi, waktu tidak mencukupi jadi tidak dapat dilaksanakan, janjinya tahun 2012 ini. “Sayapun heran tidak cukup waktu atau tidak cukup duit,” kata Wan Hasan pada sejumlah wartawan, saat ditemui usai pulang dari kebun, Jika begini tentu  masyarakat yang kena imbasnya.

Ia juga menuturkan, Selama ini, Perangkat Desa bersama masyarakat Semedang, sudah berupaya melakukan perbaikan pelantar, melalui gotong royong dan dana ADD, namun karena kemampuan kita terbatas, kondisi pelantar sudah memprihatinkan. Kerusakan paling parah terjadi 2 tahun belakangan ini.

Bupati terpilih saat ini bersama SKPD sudah melihat kondisi jalan, Namun kita tidak tau apakah akan segera diperbaiki atau tidak. Harapan kita, kalau dapat jalan pelantar pelabuhan Semedang, dipermanen saja, jika dihitung anggarannya sekitar 7 M. Dari pada diperbaiki menggunakan kayu, akan menghabis-habiskan anggaran saja, karena setiap tahun butuh dana pemeliharaan, pinta sang Kades.

Hasil investigasi dilapangan, kondisi jembatan sebahagian besar sudah hampir  amburuk. Ini sangat membahayakan jiwa. Pemerintah Daerah bersama DPRD sudah seharusnya menyikapi keadaan ini. Sebab, akses pelabuhan semedang dilalui masyarakat 5 Desa, yakni Desa Semedang, Tj Sebauk, Sedarat Baru, Batubi jaya dan Sp 3, merupakan akses untuk belanja serta menjual barang-barang hasil kebun, ke Kecamatan Sedanau maupun ke Ranai, sebab jika melalui akses darat, selain jauh, kondisi jalan seperti kubangan kerbau. Sudah saatnya, masyarakat ingin merasakan  pemerataan pembangunan  sehingga  Natuna kaya bukan sekedar  slogan buat Pejabat saja.

Pemerintah juga diminta agar melihat kepiawaian SKPDnya. Tahun 2011 sudah dianggarkan 2,5 M, dari APBD murni, tapi tak dapat dikerjakan dikarenakan tidak cukup waktu. Ini bukan sebuah alasan, jika paket tersebut dilelang lebih awal tentu pembanguna  jalan Pelantar pelabuhan Semedan tidak bakal terganggu. >> Roy

Leave a comment