mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

PDAM Tirta Darma Ayu Sambut HUT yang ke-29 Tingkatkan Prestasi Yang Komitmen

Published on Nov 28 2017 // Nusantara
Indramayu, (MR)
Adanya PDAM Tirta Darma Ayu (TDA) sambut HUT yang ke- 29 dan tingkatkan prestasi yang komitmen diperayaan HUT Ke-29 PDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu,  yang jatuhnya  tepat pada tanggal 17 November 2017 dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Ini sebagai wujud kepedulian sosial PDAM terhadap pelanggan dan masyarakat Kabupaten Indramayu.
“Rangkaian kegiatan social HUT PDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu pada tahun ini diantaranya pemberian santunan anak yatim dan dhuafa sebanyak 101 orang, penghargaan pembaca meter berkinerja baik sebanyak 15 orang penghargaan pelanggan peduli PDAM penghargaan masa kerja 20 dan 30 tahun sebanyak 15 karyawan PDAM,’’ ujarnya Ka. Humas PDAM tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu Doddy Sudrajat belum lama ini.
Sementara itu untuk kegiatan internal, diadakan berbagai perlombaan olahraga seperti pertandingan bola futsal, volley bal, tennis meja, badminton, pertandingan mincing dan donor darah serta pertandingan hiburan seperti balap bakiak, tarik tambang dan lain sebagainya.
Pantauan MR di acara puncak peringatan HUT PDAM Tirta Darma Ayu yang ke-29 tahun ini dihadiri Bupati Indramayu Hj.Anna Sophanah, Muspida dan stakeholder Jumat siang (17/10/17) dihalaman kantor PDAM Tirta Darma Ayu.
Direktur Utama PDAM Tirta Darmayu Ayu, Tatang Sutardi, dalam sambutanya menjelaskan, di usianya ke-29 tahun khususnya periode 2013 s/d 2017 telah  memperoleh preestasi dan kinerja tentang bantuan yang diterima pada tahun 2017 cukup besar. “Bantuan dari program Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk perpipaan dan IPA di wilayah Kecamatan Kertasmaya sebesar Rp 17,8 milyar sumber dana dari APBN jaringan pipa distribusi untuk diwilayah Kecamatan Sliyeg sebesar Rp 5,1 milyar sumber dana dari APBD Provpinsi Jawa Barat, jumlah bantuan dari APBD II, APBD I dan APBD sebesar Rp 22,9 milyar ditambah MBR sebesar Rp 9 milyar total bantuan yang diterima sebesar Rp 31,9 milyar,” ucap Tatang.
Dikatakan tatang, program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) periode 2013 s/d 2017 telah terpasang 10.666 SR swngN NILi Rp 30.998 milyar dan tahun 2017 program MBR mendapatkan Rp 9 milyar dengan sambungan rumah 3000 SR campaian sambungan rumah per bulan oktober tahun 2017 adalah 105.959 SR sedangkan aspek pelayanan jumlah penduduk area pelayanan per September 2017 mencapai 50,39 persen cakapan 2017 32.24 persen dan program water meter tahun 2017 mencapai s.000 SR Aspek produksi per bulan September tahun 2017 terpasang 1.135 liter per detik saat ini 1.066 liter per detik jumlah produksi air bersih 23.205.063 M3, jumlah kebocoran 5.455.096 M3 berarti prosentase kebocoran air sebesar 23.69 persen.
Sebelumnya, Direktur Utama PDAM Darma Ayu Tatang Dutardi didampingi Umum Endang Ependi dalam jumpa pers mengatakan, PDAM Darma Ayu ada penyesuaian tarif mulai 1 November tahun ini. “Keputusan ini diambil karena harga biaya produksi lebih tinggi daripada harga jual PDAM pun perlu menyesuaikan biaya operasional akibat naiknya tarif listrik PLN. Hal tersebut dalam rangka pemilihan biaya untuk menutupi kebutuhan operasional dan peningkatan palyanan serta pengembangan PDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu dan dengan pertimbangan tarif air minum ini belum disesuaikan sejak tahun 2009,” ucap Tatang dalam tatap muka degan awak media jumat (3/11/1017) diruangan aula PDAM Tirta Darma Ayu.
Dikatakan bagi pelanggan PDAM Tirta Darma Ayu akan menetapkan penyesuaian tarif pemakaian air minum terhitung mulai pemakian air minum bulan November yang ditagih/dibayar pada bulan desember 2017 dan seterusnya. “Kenaikan tarif PDAM Tirta Darma Ayu berdasarkan peraturan bupati indramayu nomor 33 tahun 2017 tentang penetapan tarif pemakian air minum. Peraturan Bupati Indramayu nomor 44 tahun 2009 tentang penetapan tarif air minum, tarif tersebut sudah berlaku lebih dari 8 tahun sedangkan jumlah pelanggan tahun 2016 diatas 100.000 pelanggan 95% diantaranya pelanggan rumah tangga, biaya operasional tinggi sementara harga jual rendah. Ini membuat PDAM merugi meski telah melakukan  efisiensi untuk tetap survive jika tidak melakukan penyesuaian tariff maka PDAM Tirta Darma Ayu terus merugi,” ucap Tatang.
Direktur Umum Endang Effendi menambahkan penyesuaian tarif terdapat perbedaan antara pelanggan rumah tangga insansi pemerintah tapi yang jelas rumah tangga dari golongan ekomoni sederhana ke bawah tarifnya lebih rendah. “Karena itu PDAM Tirta Darma Ayu mengusahakan penyesuaian tarif sekecil mungkin agar tidak memberatkan masyarakat pelanggan rumah tangga. Saya berharap masyarkat dapat memahami terhadinya penyesuaian tariff tersebut sehingga kedepannya PDAM tidak lagi merugi,’’ pintanya.
Sesudah acara selesai Deden Hilman sempat di wawancarai oleh Media Rakyat telah mengatakan bahwa, “dengan pembayaran melalui Bank BJB nanti masyarakat bisa di mudahkan tidak perlu repot-repot, dikarnakan menggunakan seluruh fasilitas yang tersebar di Indonesia dan ada dana dari bantuan Bank BJB, ini hanya pembantuan kami hanya berinvestasi teknologi, fungsinya PDAM dengan memudahkan pelayanan dan diusahakan Indramayu.
Harapannya tentunya masyarakat Kab. Indramayu memasang teknologinya tidak datang ke Bank atau ke PDAM untuk mengeluarkan biaya ataupun tenaga ke ATM  ataupun melalui BJB jadi sudah ada teknologinya dan ada di tangan kita, BJB itu sudah di luar rumah,’’ tegasnya. >>A. Tarudi S

Leave a comment