mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Pamor Wisata Terangkat Berkat Sentuhan Rendra

Published on Dec 12 2017 // SosEkBis
Kabupaten Malang, (MR)
Kabupaten Malang genap berusia 1257 pada 28 November lalu. Berbagai raihan prestasi serta pembangunan di raih Kabupaten terbesar kedua di Jawa Timur ini, bahkan di sektor pariwisata saat ini berkembang cukup pesat. Tentunya ini tidak terlepas dari ide cemerlang seorang Rendra kresna. Buktinya pria asal Madura ini mampu menaikan pamor wisata pantai di malang selatan, hingga mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa timur Soekarwo atas komitmennya dalam mengembangkan Kepariwisataan di Kabupaten Malang.salah satunya wisata pantai Clungup Mangrove Conservation dan pantai tiga warna yang mampu menembus peringkat 1 wisata alam dari Pemerintah Provinsi Jawa timur.
Selain itu  wisata desa Pujon Kidul Pujon juga mampu meraih penghargaan sebagai desa Agro Nasional dari kementerian Desa , Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi, serta penghargaan dari Mark Plus Inc atas
keberhasilan Pemerintah Kabupaten Malang dalam mengembangkan pariwisata.
Bupati Malang DR H Rendra Kresna mengatakan Pengembangan pariwisata merupakan salah satu point sasaran pembangunan Pemerintah Kabupaten Malang. “Peningkatan Kepariwisataan termasuk salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten yang tertera dalam Rencana Program Jangka menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten Malang,” ujar Rendra, Senin (4/12).
Ia menjelaskan untuk mempercepat pengembangan pariwisata , ia saat ini tengah serius menggarap dua program nasional yakni Badan Otoritas Pariwisata (BOP) melalui pengembangan wisata Bromo Tengger Semeru (BTS) serta Kawasan Ekonomi khusus (KEK) Singosari, terlebih saat ini kawasan BTS menjadi salah satu prioritas Nasional.
“Kawasan BOP ini sudah final, tinggal menunggu surat keputusan presiden Joko Widodo apalagi Kabupaten Malang terpilih sebagai Pusat BOP BTS yang berkantor di wilayah Wonosari,” tambah Rendra seraya menambahkan jika pengembangan nantinya mencakup wisata Malang timur dan Malang Selatan.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Dsparbud) Made Arya Wedanthara mengaku saat ini pihaknya terus menggelontor berbagai event di berbagai pantai di Jalur Lingkar Selatan (JLS). “Ini sebagai upaya untuk terus mengembangkan potensi wisata Malang Selatan,” ujar Made.
Keberadaan JLS ini , menurut Made membuka peluang terhadap pengembangan potensi wisata Alam khususnya pantai. “Buktinya saat ini banyak bermunculan wisata pantai baru yang cukup menjanjikan mendatangkan wisatawan seperti pantai Asmara dan jembatan Pulau Hanoman yang menghubungkan pantai Balekambang dan pulau Hanoman yang baru saja di resmikan,”ungkap Made. Ia menambahkan untuk promosi wisata Kabupaten Malang, pihaknya juga memanfaatkan media sosial sebagai sarananya.
Made memaparkan pengem-bangan pariwisata di Kabupaten Malang ini juga untuk mendukung program bupati DR H Rendra Kresna yang tertuang dalam RPJMD Pemkab Malang, selain itu juga untuk merealisasikan program target enam juta kunjungan wisata di Kabupaten Malang. “Kami optimis target tersebut dapat tercapai, karena di tahun 2016 kami mampu mencapai lima juta kunjungan wisata,” tutup Made. >>GIT

Leave a comment