mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Oknum Satpol PP Trenggalek Jadi Calo CPNS

Published on Aug 09 2012 // Berita Utama

Trenggalek,(MR)
INILAH salah satu contoh perilaku buruk seorang PNS di Kabupaten Trenggalek. Sebut saja FS, seorang PNS yang sekarang bekerja di kantor Satuan Polisi Pamong Praja Trenggalek ini adalah seorang CALO CPNS yang masih bebas berkeliaran mencari korban berikutnya.
FS bukan hanya melakukan penipuan CPSN, tapi juga berani memalsukan SK CPNS yang di dalamnya berisi Petikan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor. 813.2/ 757/042/2009 Tentang Pe-ngangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Jawa Timur, Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas Nomor. 813.1/218/425.031/2009, Surat Perintah Penugasan Nomor. 870/218/425. 031/2009 dan juga Daftar Lampiran Keputusan Guber-nur Jawatimur Nomor. 813.2/ 757/04/2009 Tentang Gaji.
Selain memalsukan Surat-surat tersebut, FS dengan keberanian, kenekatan dan kebodohanya juga memalsukan NIP (Nomor Induk Pegawai) dan Juga Stempel BKD dan SEKWILDA Jawa Timur. Kepala BKD Trenggalek saat ditemui di kantornya menyatakan kalau SK dan Stempel itu PALSU, karena Kalau Stempel dari BKD mempunyai ciri khusus yang tidak bisa di palsu dan kalau ada SK PNS turun pasti Lewat Kantor BKD.
Hal ini jelas tindakan yang melanggar hukum. Dalam KUHP Pasal 378 yang berbunyi Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
Dan Pasal 263 ayat (1) Barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun. Ayat (2) Diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian.
Dalam masalah ini salah seorang korban berniat untuk membawa hal ini ke-rana hukum, karena jelas merugikan dan supaya tidak akan ada korban yang lain lagi. >>Mlr Bersambung…?

Leave a comment