mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Oknum Kabag Polinema Diduga Makelar Maba Di Polinema

Published on Nov 28 2016 // Berita Utama

perangMalang, (MR)
Genderang perang terhadap pungutan liar yang di tabuh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu masih belum merata di lakukan di tingkat daerah, Buktinya masih marak terjadi pungli di daerah – daerah dan makin merajalela, seperti di kota malang tepatnya di Polinema. SBD Kepala Bagian Kepegawaian Politeknik Negeri Malang diduga menjadi makelar Mahasiswa Baru di Sekolah ternama di kota Malang tersebut.

Hal ini di ungkapkan melalui pengakuan UP (45) warga kota Malang yang mengaku menjadi perantara SBD dalam mencari orang tua yang ingin memasukan putra-putrinya menjadi mahasiswa melalui SBD.

Dalam keterangannya kepada wartawan MEDIA RAKYAT , UP menceritakan panjang lebar terkait kerja sampingan SBD menjadi makelar Maba Polinema. “Awalnya sekitar bulan mei saya di minta SBD untuk mencarikan orang tua yang ingin memasukan anaknya menjadi mahasiswa di Polinema melalui jalur belakang (suap) dengan janji bakal memberi imbalan sebesar Rp 5 juta,”ungkapnya.

Usai di minta, imbuhnya UP mencarikan orang tua yang di maksudkan SBD,dan mendapat pasien (istilah orang tua calon Maba) berinisial MT warga jalan Candi Mendut kota Malang. Kepada UP, MT menjelaskan tentang keinginan menye-kolahkan anaknya yang baru lulus sekolah Negeri dinkota Malang untuk kuliah di Universitas Negeri di Malang atau Politeknik Negeri Malang. Bak gayung bersambut , UP pun menawarkan diri membantu mempertemukan MT dengan SBD yang dapat meloloskan anak MT menjadi Mahasiswa Baru di Polinema dengan imbalan tertentu.

“Saya sampaikan ke MT kalau Kabag Kepegawaian di Polinema dapat meloloskan anaknya menjadi Mahasiswa Polinema dengan membayar Rp 20 juta sesuai permintaan SBD mas,”jelas UP.
Usai di sepakati harga , tambah UP , dirinya melaporkan ke SBD dan selanjutnya SBD yang mengatur pertemuan dan pembayaran uang yang di minta kepada MT.

“Setelahnya SBD mengadakan pertemuan dengan MT di satu tempat dan usai berbincang -bincang SBD menyuruh MT masuk ke mobil dan menyerahkan uang Rp 20 juta ke SBD,”jelas UP.

“Selanjutnya segala urusan adaministrasi di ambil alih oleh SBD,”imbuhnya.
Sayangnya, ujar UP, dirinya mengaku hingga saat ini belum menerima fee dari SBD.

“Saya merasa di bohongi dengan janji dia mas,” beber UP.

Di tambahkan ibu dua anaka ini,selain MT, SBD juga memasukan adik ipar NT warga Turen dan kerabat MRN warga singosari Kabupaten Malang.
Saat Media Rakyat mendatangi kantor SBD untuk meng-konfirmasikan kebenaran berita tersebut , lelaki asal Bima ini menampik semua tudingan berita bahwa dirinya menjadi Makelar Maba di Polinema.

“Saya tidak kenal dengan MT , MRN , NT,” tegasnya.
Sayangnya saat akan di tanya kembali SBD buru-buru pergi dengan alasan mau rapat.

“Maaf saya ada rapat,” tukasnya.
Jawaban SBD agaknya perlu di pertanyakan kebenarannya, pasalnya dalam penulusuran, Media Rakyat berhasil menemui MT warga jalan Candi Mendut Blimbing kota Malang. Kepada Media Rakyat MT membenarkan UP. Ia juga menceritakan ikhwal Putranya yang kini menjadi Mahasiswa semester I di Polinema .

“Benar mas, anak saya diterima menjadi Maba Polinema lewat jalur khusus ( suap ),yang jadi perantaranya UP, dia yang menghubungkan saya dengan pak SBD,”kata MT.
Di akui olehnya ,dirinya membayar uang sebesar Rp 20 juta kepada SBD sebagai uang pelicin agar anaknya dapat di terima menjadi Mahasiswa Di Polinema tersebut.

“Saya memberi uang tersebut di dalam mobil pak SBD mas,”ujar ibu dua anak ini sembari mewanti -wanti crew Media Rakyat untuk tidak menyebutkan namanya.

“Tolong mas jangan di sebut nama saya ,takutnya berdampak ke anak saya,” pintanya. Hal senada juga di katakan rekan sejawat SBD.

Menurut Ach salah satu dosen Polinema,dirinya menilai SBD kerap kali berperan saat tiba waktu penerimaan mahasiswa baru. Dikalangan internal kampus sudah bukan rahasia umum mas jika SBD seperti itu , sampean lihat saja dia barusan beli rumah dan langsung di renovasi ,mobilnya juga baru kok,” terang Ach.

Sayangnya saat hal ini akan di konfirmasikan ke ketua Polinema Ir Tundung Mulya Padma MT yang bersangkutan sedang Dinas Luar. Melihat fenomena dugaan pungli di Kampus Polinema tersebut, perang terhadap pungutan liar yang sampaikan presiden Jokowi beberapa waktu lalu masih belum di implementasi di dunia pendidikan khususnya Politeknik Negeri Malang tersebut. >>Giz

Leave a comment