Ngopi Bareng, Bersama DanLanal Ranai.

 

Natuna(MR)-Komandan Lanal Ranai, Letkol Laut (P)Harry Setyawan, SE,mengajak insan media ngopi bareng di Kapal AHP.

Perwira dua melati senior ini, dikabarkan,April depan bakal naik pangkat jadi kolonel.

Belum sebulan bertugas di Natuna, Komandan Lanal Ranai, mengajak insan pers yang bertugas di wilayah garda terdepan NKRI, bersama sama menjaga pagar Laut Natuna.katanya Sabtu tgl 02/03

Ngopi bareng dengan jarak 70 km dari ibu kota Ranai, bukan karena harga kopinya yang mahal, melainkan nilai historisnya.Kenapa?, karena ngopinya didalam kapal perang KRI Abdul Halim Perdana Kusuma(AHP).

Kurang lebih 1 jam melakukan perjalanan, rombongan pun turun dan melanjutkan perjalanan memakai kapal PAL,disambut langsung oleh komandan KRI AHP, Letkol Tunggul.

Tiba, di kapal KRI AHP, mengajak seluruh wartawan memasuki ruangan KRI AHP.

Dalam temu ramah itu, Harry menerangkan, hampir sebulan bertugas di Natuna, sudah lama punya keinginan
,bersilahturahmi bersama insan pers, namun dikarenakan kesibukan , baru hari ini, bisa bertatap muka.Ucap Letkol Harry.

Sebelumnya Saya,sudah melakukan silahturahmi kepada Unsur FKPD, dan Pemerintah. Ucap lelaki yang mengangumi, indahnya wisata Natuna ini.

Sambil menikmati segelas kopi hangat, ditambah makan kas tradisional, menambah keakraban kulitinta dengan perwira senior melati dua itu. Didampingi Komandan KRI AHP. Dan Komandan Pas ops, marinir.Letkol Gugun .Ia menyatakan, Natuna merupakan ,pagarnya,atau beranda depan Indonesia , harus kita jaga.Kekayaan SDA, kita miliki, sudah seharusnya di jaga bersama.Untuk menjaga situasi keamanan laut Natuna, Minimal 3 KRI stanbye di Sini.ucapnya.

Luasnya laut Indonesia, khususnya laut Natuna, ditambah lagi, keterbatasan Armada, maka KASAl, memerintahkan Kapal Perang AHP, yang sedang beroperasi dikawasan timur, untuk beroperasi ke laut Natuna . Kapal ini kemampuannya tidak diragukan lagi, meski sudah tua, tapi alat tempurnya baru dan canggih, katanya, diaminin Letkol Tunggul.

‘Kapal tua, tapi perlengkapan dan Peralatan nya baru, seperti senjata, maupun Rudalnya.

Bertugas di Natuna ,Saya kanget ,melihat begitu aman dan kondusipnya. Masyarakatnya ramah, Hanya ada kesalahan kesalahan kecil saja yang terjadi.

Lanjut Dia , Untuk Natuna ancaman terbesarnya, masalah kedaulatan saja. Goncangan angin sangat besar .Karena perairan Natuna ,diapit beberapa Negara tetangga.Sehingga gesekan pasti ada. Terkait pencurian ikan, tinggal sedikit lagi.Meski demikian Kita tidak bisa lengah.Apapun namanya memasuki wilayah teritorial Indonesia tanpa izin, apalagi mencuri, harus kita tangkap.

Ada paradigma dimasyarakat. Terkait banyaknya militer ditempatkan di Natuna. Harry menghimbau agar masyarakat jangan takut. Sesuai motto bersama rakyat TNI kuat. Maka kami akan selalu melindungi Rakyat. Ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan Komandan KRI AHP, Letkol Tunggul. Perwira menengah satu angkatan dengan Danlanal ini, mengakui jika Kapal KRI. Ditugaskan beroperasi dikawasan Indonesia timur dengan jumlah personil 156 orang.Namun karena Danlantamal meminta kita beroperasi di daerah Bagian Barat, maka, Kita berada di Laut Natuna Utara yang Kita cintai ini.Belum tau sampai kapan Kita beroperasi untuk menjaga Laut Natuna, ucapnya.Semua tergantung komandan, Papar lelaki berpostur tubuh ideal itu.

Sementara itu Letda Lanut,Mardi Santoso.komandan Kalpanda II/4-24., saat dikonfirmasi terkait kapal Kalpanda mengakui, jika kapal buatan tahun 1996, Produk Tanjung Uban .artinya buatan anak Negeri. Menurutnya, kapal ini dulu sangat kuat dan cepat, dan telah banyak jasanya menangkap kapal asing yang melakukan pencurian ikan dilaut Natuna. Kalau dulu kecepatan bisa sampai 20not,ucapnya/Roy.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.