Nasib Paulus di Ujung Tanduk Kasus Air Bersih Bakal Jadi Rebutan?

Natuna,(MR)

SEJAK merebaknya pemberitaan Proyek Air Besih di Kabupaten Natuna, Sejumlah aparat hukumpun mulai pasang kuda-kuda. Inpormasi diterima wartawan koran ini, pihak tipikor dari Polda Kepri, telah mengantongi sejumlah dokumen terkait paket sarana air bersih di Desa Sabang Mawang, tepatnya di Kecamatan Pulau Tiga. Kabar burung diterima, aparat hukum dari Polda Kepri akan segera turun kelapangan untuk melihat secara langsung hasil kerja, paket pembangunan sarana air bersih, ditenggarai sarat “korupsi,” Paulus kemarin sudah kami panggil, namun Dia bersikukuh bahwa pekerjaan itu sudah di perbaiki dan telah selesai seratus persen, ucap sumber via telepon.

Sementara itu, Ketua kordinator Indonesia Corrupsion Wach, Kabupaten Natuna Amrullah, menyakinkan, akan segera melaporkan kasus ini kepada Kajati Kepri. Disela sela kesibukan, Ia menegaskan, Pihaknya telah kordinasi dengan ketua ICW, Kepri, untuk segera melaporkan temuan ini ke Kajati. Saat ini, kita telah mengumpulkan berkas-berkasnya, Insya Allah, senin akan kita terbangkan ke Kepri, guna ditindak lanjuti, di Kajati ucap Amrullah dikantornya Sabtu pekan lalu.

“Kita tidak main-main, ini uang rakyat lo, kalau pekerjaan tidak jelas, yang dirugikan masyarakat juga, ucap Amrullah. Seandainya kasus ini tidak mendapat respon dari Kajati, maka akan kita giring ke KPK tantang Amrullah. “ Jika dilihat dari sisi buruknya, kasus ini sudah jelas ada kong-kalikong. Soalnya, dari sekian banyak paket Sarana air bersih,di danai dari APBN, melalui DAK (Dana Alokasi Khusus), semuanya bermasalah, artinya sampai saat ini belum ada ajang mamfaat bagi masyarakat. Apakah ini bukan korupsi ! ucap Amrullah penuh tanya. Kita ingin aparat hukum bekerjalah dengan hati nurani, jangan masuk angin, papar bang Am sapaan akrabnya.

Amrullah menilai, aparat penengak hukum lamban dalam menangani berbagai kasus bermasalah khususnya Kabupaten Natuna. Polimik yang terjadi dalam penyelesaian paket proyek air bersih di Kabupaten Natuna, ditenggarai mengandung aroma “korupsi”. Kendati demikian belum ada tanda-tanda gebrakan dari aparat penengak hukum. “ Kita ingin bukti nyata dari Aparat hukum, apakah benar mereka mau turun kelapangan, untuk menyelidiki dugaan korupsinya,” katanya.

Ia meminta berbagai elemen di Natuna, agar segera merespon permasalahan ini. Buat apa Provinsi memberikan proyek, jika hanya meninggalkan masalah ?. “ Kami sebagai ormas resmi, akan segera mendesak aparat penengak hukum, agar segera bertindak. Kami tidak menginginkan janji, tetapi bukti. Kami siap mendampingi dilapangan jika mereka menginginkan. Menurut Dia Proyek Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Pekerjaan Cipta Karya Provinsi Kepri. Pengelolaan air minum Provinsi Kepri di nahkodai Paulus diduga lahan empuk bagi “koruptor,”.

Pembangunan paket sarana air bersih di Desa Air Legit kecamatan Bunguran Tengah, dengan pagu dana 5.729.081.000 ini, terendus aroma “KKN”. Paket air bersih dari DAK ( Dana Alokasi Khusus) Pusat ini, seharusnya sudah selesai Desember 2012. Namun fakta dilapangan, hingga berita ini diturunkan, masih tampak para pekerja melakukan aktivitas. Hal inilah yang membuat Amrullah bertanya-tanya. Sepengetahuan Dirinya, dana DAK, tidak ada tahun berjalan. Artinya, setiap paket proyek harus selesai akhir Desember, jika tidak harus dilakukan pemutusan hubungan kerja, sisa anggaran kembali ke kas Negara.

Namun paket pekerjaan di desa Air legit, Kecamatan Bunguran Tengah, berbanding terbalik. Dari hasil laporan dan fakta dilapangan, jelas ada yang tidak beres dalam paket ini. Ia meminta agar aparat penengak hukum baik Kejaksaan maupun Kepolisian, agar segera bertindak. Salah satu contoh proyek bermasalah di Natuna dari DAK adalah, paket sarana air bersih di Ranai Darat, Ceruk, Sabang Mawang, dan Bunguran tegah, tepatnya Tapau, semuanya memakai dana DAK, dengan pagu dana millyaran rupiah dan belum bisa dimamfaatkan.

Terkait paket air bersih Desa Sabang Mawang, Salah satu tokoh Pemuda Sabang Mawang. Muktaruddin secara kebetulan datang ke kantor ICW, Sabtu pekan lalu, Ia mengakui, pihak Kasatker PU Provinsi, telah memperbaiki tiang penyanggah vipa dari beton. Meski demikian, belum maksimal, dikarenakan Bak penampun air, sangat kecil, ukuran 2×2 meter, Sudah kecil bocor lagi, ucap Muktaruddin. Kami menginginkan proyek air bersih didesa Sabang Mawang dapat di mamfaatkan oleh masyarakat, ucapnya.

Hasil investigasi wartawan koran ini, proyek air bersih dari DAK untuk Natuna, ditenggarai beraroma “korupsi”, Selain dinyatakan gatot, (Gagal Total), paket ini, tidak selesai tepat waktu. Kuat dugaan, ada pencairan dan pembohongan dokumen, sehingga dana APBN tersebut bisa cair. Masalahnya, dana DAK, tidak ada tahun berjalan, kendati demikian, paket tersebut masih dikerjakan, meski tahun sudah berganti. Seperti paket air bersih di Bunguran Tegah, tepatnya bendungan tapau, hingga saat ini para pekerja masih sibuk dengan proyek ini. >> Roy

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.