mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

MoU Titipan Kas Sukseskan Nawacita Presiden

Published on Jun 14 2017 // Nusantara

Natuna, (MR)
Bupati Natuna Hamid Rizal ,melakukan penanda tanganan perjanjian kerjasama (MoU) dengan kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Propinsi Kepulauan Riau dan PT Bank Riau Kepri soal kas titipan Bank Indonesia di Kabupaten Natuna. Acara tersebut dilaksanakan di gedung Sri Srindit Ranai, (12/06/2017)

Turut hadir Bupati Natuna Wakil Bupati, Dra.Hj. Ngesti Yuni Suprapti Ma, Sekda Natuna Wan Siswandi S.sos.M.si, para asisten, pimpinan OPD dan tokoh-tokoh masyarakat. Sedangkan dari pihak perbankkan dihadiri oleh Direktur Bank Riau Kepri Eka Afriadin, Drektur Bank Indonesia (BI) Luktor Etermego dan para ketua perbankan Natuna.

Hamid Rizal mengatakan berdasarkan nawacita Presiden Republik Indonesia Jokowidodo, dimana prioritas sektor pembangunan akan dititik beratkan pada percepatan pembangunan wilayah perbatasan. Saat ini masyarakat Kabupaten Natuna patut merasa bersyukur karena mendapat kan perhatian khusus, dati pemerintah pusat sebagai daerah perbatasan diberbagai sektor pembangunan.

Ia juga mengatakan, segenap kementrian diarahkan untuk mendukung upaya percepatan pembangunan daerah, melalui lima pilar dicanagkan oleh Presiden Jokowi. Yakni ,bidang kelautan dan perikanan, migas, pariwisata, pertahanan dan keamanan serta dampak lingkungan hidup.

Dengan program percepatan pembangunan wilayah kabupaten Natuna tentunya perputaran uang bagi pelaksana kegiatan akan begitu tinggi, sedangkan kemampuan pengelolaan perbankan tingkat Kabupaten Natuna tidak mencukupi serta dengan pertimbangan lain dimana besarnya biaya untuk pengambilan dan penyetoran uang kwartal ke Bank keoordinasi di batam.

“Pemkab Natuna menyambut baik ditetapkanya Bank Riau Kepri sebagai badan pengelola, mengingat kerja sama sudah lama terjalin dengan pemerintah Kabupaten Natuna dan PT Bank Riau Kepri . Ini akan lebih mempermudah proses penyelengaraan progaram percepatan pembangunan yang sedang berjalan”, kata Hamid.

Ia berharap dengan adanya penitipan kas ini, peraturan dan kelancaran program percepatan pembangunan dapat terselengarakan dengan baik sebagaimana kita harapkan.

Sementara itu Direktur Bank Riau Kepri Eka Afriadi menyampaikan peresmian pembukaan titipan Bank Indonesia (BI) sebagai informasi penitipan kas di Bank Riau Kepri akan dibuka. “nanti kami akan menunjuk petugas dalam pelaksanaan agar mengikuti prosedur dan bekerja secara profesional”, terangnya.

Ia meyakini dengan kas titipan ini, mudah-mudahan bisa bersinergi dan mempercepat pembangunan di Kabupaten Natuna.

Lain halnya dengan direktur Bank Indonesia (BI) Luctor Etermego, sesuai Undang-Undang nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang, perbankkan menjalankan tiga pilar yaitu, mendistribusikan uang bagus, mengoptimalkan distribusi, baik itu di masyarakat maupun di perbankan dan penitipan uang kas.

“kita utamakan mendistribusi uang layak edar, sebab di wilayah-wilayah perbatasan banyak dijumpai uang tidak layak edar atau kusut. Jika uang kusut banyak beredar, masyarakat akan sulit membedakan antara uang palsu dengan uang asli, kita utamakan kualitas dan keaslian uang terjaga”, ucapnya.

Etermego berharap dengan penitipan uang kas Bank Indonesia (BI) bisa mendapatkan uang layak pakai dan Bank Riau Kepri bisa mengelola dengan sebaik-baiknya.dalam acara itu, ada pembagian supenir, terhadap hadirin, berupa dompet. >>Roy

Leave a comment