mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Minat Baca Dan Penyediaan Bahan Bacaan Jadi Program Kantor Perpustakaan Daerah Halmahera Barat

Published on Sep 11 2016 // Berita Utama

hi-bambang-djafar-se-kepala-perpustakaan-halbarHalmahera Barat, (MR)
Peningkatan minat baca dan penyediaan bahan bacaan yang bermutu adalah terobosan penting dalam upaya penciptaan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena minat baca dan bahan bacaan adalah 2 instrumen yang saling berkorelasi secara timbal balik, maka keduanya harus berbanding lurus dalam aras pembangunan. Tersentralisasinya program pembangunan pemerintah daerah yang hanya bertumpu pada penyediaan sarana berupa infrastruktur gedung dan bahan bacaan berupa koleksi buku, dengan mengesampingkan peningkatan minat baca pada akhirnya hanya menjadi pepesan kosong.

Perpustakaan daerah Kabupaten Halmahera Barat sejauh ini dari segi fisik infrastruktur gedung dan penyediaan koleksi buku bisa dibilang sudah memadai. Namun lagi-lagi minat baca masyarakat bahkan kaum terpelajar sekalipun belum menunjukkan trend yang menggembirakan. Perpustakaan yang konon dalam sejarah peradaban manusia senantiasa diidentikkan dengan pusat peradaban namun sebagian persepsi masyarakat bahkan pemerintah sekalipun di era yang katanya modern saat ini, toh masih menilai Kantor Perpustakaan adalah “tempat buangan.”

Tidak ada proyek bernilai miliyaran rupiah yang dikelola kantor ini lagipula anggaran operasional yang dalam setahun terbilang pas-pasan yang adapun tidak pernah mencukupi. Padahal sesungguhnya sebuah anggapan yang keliru sebenarnya kalau dibilang perpustakaan bukan “lahan basah”. Mepersepsikan perpustakaan hanya semata gudang buku pada akhirnya akan menggiring si Empunya persepsi ke jurang kebodohan.

Mungkin itulah sekelumit masalah yang coba untuk diurai Kepala Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Halmahera Barat Hi. Bambang Jafar, SE., ketika mengawali perbincangannya dengan Media Rakyat. Bambang berharap tahun depan, ada peningkatan anggaran yang di tahun 2015 kemarin cuman Rp 546.000.000,- .

Melalui visi misi “Menjadikan perpustakaan sebagai sumber informasi yang handal demi kepentingan masyarakat dan generasi yang akan datang”, Ia punya alasan visi misi yang dijabarkan dalam program kerja Kantor Perpustakaan Daerah Halbar sesungguhnya butuh sosialisasi. Dan tentunya itu membutuhkan anggaran yang memadai. Menurut Bambang, mengubah paradigma berfikir masyarakat yang sedari awal sudah inheren dengan malas membaca dan menganggap membaca bukan bagian dari aktivitas keseharian itu bukan perkara gampang.

“Jelasnya kita butuh proses, butuh waktu, dan itu tentunya bukan hanya tanggung jawab Perpustakaan Daerah semata. Kita butuh kerjasama dengan instansi keluarga, lembaga pendidikan formal, perguruan tinggi dan seluruh elemen stakeholder yang ada di daerah ini.” paparnya pada Media Rakyat. >>Ateng

Leave a comment