mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Mentan dan Menkeu ‘Ngantor’ di KPK

Published on Feb 22 2013 // Berita Utama

Jakarta,(MR)

MENTERI Pertanian Suswono memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus suap pengurusan kuota impor daging di Kementerian Pertanian.

“Sebagaimana yang sudah saya sampaikan, kalau KPK membutuhkan keterangan dari saya, saya siap untuk hadir untuk menyampaikan apa yang diminta KPK, kalau tidak salah menjadi saksi untuk empat tersangka,” kata Suswono di gedung KPK Jakarta, Senin 18 Februari 2013, sekitar pukul 13.15 WIB.

KPK telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus tersebut yaitu mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, orang dekat Luthfi yang bernama Ahmad Fathanah, serta Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi, direktur PT Indoguna Utama, sebuah perusahaan pengimpor daging.

Hari itu, KPK juga memanggil Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elisabeth Liman, dan mantan Ketua Umum Asosiasi Perbenihan Indonesia pada 2008, Elda Devianne Adiningrat, serta Soewarso Martomihardjo dan Jerry Roger untuk meminta keterangan tentang perkara itu.

Selasa (19/2/2013) pukul 19.30 Wib, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Agus Martowardojo akhirnya keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Agus diperiksa oleh KPK sebagai saksi dalam kasus korupsi Hambalang selama lebih kurang sembilan jam.

Agus yang diperiksa sejak pukul 10.50 WIB, baru keluar pukul 19.30 WIB. Begitu keluar, Agus langsung disambut wartawan yang menunggunya sejak pagi. Agus yang mengenakan kemeja putih tersebut langsung meladeni pertanyaan wartawan di tangga KPK.

“Jadi kalau saya tadi ketemu dengan KPK, saya sambut baik sekali karena saya memang ingin untuk bisa ketemu menjelaskan kepada KPK terkait dengan proyek Hambalang. Jadi dengan saya hadir saya bisa menjelaskan,” jelas Agus.

Dia berharap dengan penjelasan yang gamblang, harapannya pengusutan KPK atas proyek Hambalang bisa cepat diproses penegakan hukumnya. “Kalau tadi dalam pertanyaan memang ditanya tentang banyak hal tetapi yang saya jelaskan secara khusus adalah bagaimana yang namanya sistem anggaran. Bagaimana Menkeu bertugas dan bagaimana menteri-menteri termasuk Menpora bertugas,” tuturnya.

Menkeu Agus Martowardojo juga menjelaskan dengan gamblang soal proyek Hambalang. Agus menegaskan bahwa perencanaan proyek itu menjadi multy years bukan berada di tangannya.

Agus baru menjabat pada Mei 2010. Tapi Ia juga melontarkan sindiran terkait proyek Hambalang. “ Saya tadi hanya mengatakan saya tuh masuk 20 Mei 2010, diangkat presiden jadi menteri. Saya melihat dokumen ini pengguna anggaran memang harus bertanggung jawab. Jadi mohon supaya paham kalau seandainya ada yang bertemu di kantor Menpora, masuk ruangan kakaknya terima uang itu salah,” terang Agus usai diperiksa KPK, Selasa (19/2/2013).

Agus mengaku menjelaskan kepada penyidik KPK soal sistem anggaran. “Apa saudara tahu kalau saya jadi menteri tuh kapan? Yaitu 20 mei 2010 dan diskusi yang ada inisitif untuk menbuat protek ini menjadi Rp 2,5 triliun itu dari Januari dan sudah dibicarakan oleh DPR Komisi X tentang rencana itu. Jadi kalau saudara taat azas displin, peraturan, itu adalah komitmen dari kami,” urainya. >> Mohammad

Leave a comment