Tuesday, 13/11/2018 | 12:56 UTC+7
Media Rakyat

Mengenal Sosok Perempuan Bersahaja, Dari Pebisnis Hingga Politisi

Ternate, (MR)
Sekitar 18 tahun silam Hj. Nurain Talib berprofesi sebagai pegawai tata usaha SMAN 3 Ternate. Kala itu Ia harus menyempatkan waktunya dari pagi hingga siang untuk bekerja melayani hal-hal administratif dalam kapasitasnya sebagai pegawai TU di lembaga pendidikan tersebut. Sejak lembaga pendidikan menengah yang beralamat di Kelurahan Gambesi dibuka pada tahun 1992, Hj. Ain sedemikian Ia disapa sudah memulai bekerja.
Menggeluti jobnya tersebut, Ia mendapat jatah gaji perbulan terbilang rendah. Apalagi cuman dipakai sebagai tenaga honorer. Mumpun suaminya Hi. Malik Zamrun juga berstatus PNS hingga tidak harus sedemikian sulit mengurus finansial keluarga.
Berselang 5 tahun kemudian tepatnya tahun 1999, ketertarikannya pada dunia bisnis mulai muncul. “Tidak harus berbisnis dalam skala besar, dengan modal besar, tapi saya memulai dengan berwirausaha membeli barang peralatan dapur di Surabaya. Mumpun Surabaya dikenal sebagai pusat perniagaan terbesar di Indonesia yang menjual berbagai jenis bahan dagangan dalam dan luar negeri.
Harganya juga terbilang murah dan terjangkau. Saya kemudian menjualnya setelah kembali dari Surabaya. Harganya tentu berbeda dan disesuaikan dengan nilai atau harga jual untuk barang yang sama di Ternate. Lumayan untung juga,” kisahnya pada MR.
Jiwa enterpreneur atau pebisnis perlahan mulai tumbuh, toh saking sedemikian intensnya mengurus bisnis, Ia tidak pernah lupa untuk berbagi atau bersedekah. “Hakkul yakin, semakin banyak yang kita beri, semakin banyak pula rahmat dan rezeki yang Allah akan berikan kepada kita,” cetus perempuan yang punya kepedulian sosial terhadap pembangunan di kelurahannya.
Menjadi Ibu rumah tangga yang ulet, kreatif dan produktif. Tidak seperti kebanyakan kaum Ibu di Kota Ternate bahkan di kampungnya yang hanya berperan pada ranah domestik. Mengurus Dapur, Sumur dan Kasur (DSK). Menjadikan suami sebagai tulang punggung keluarga atau suami sebagai mesin uang untuk menghidupkan asap dapur.
“Paradigma pemikiran yang salah yang menurut saya perlu untuk dikoreksi dan butuh edukasi,” paparnya.
Pasca Maluku Utara dilanda konflik komunal termasuk Ternate, investasi bisnis tumbuh bagaikan jamur di musim hujan. Apalagi pemberlakuan otonomisasi daerah, Maluku Utara sebagai Provinsi dan Ternate sebagai Kotamadya sekaligus Ibukota Provinsi sementara.
Bisnisnya sedemikian booming, tidak sebatas menggeluti bisnis jual beli peralatan dapur, furniture, pakaian jadi, tapi sayap bisnisnya berkembang pada usaha kos-kosan dan punya AMPS.
Sukses memanage usaha, sukses pula mengurus dan membina kedua putranya. Sebagai Ibu, Ia tidak ingin anak-anaknya kehilangan masa depannya. Ia ingin mempertegas orientasi dan visi hidup kedua anaknya. “Hidup adalah pilihan untuk menjadi yang terbaik. Setiap anak punya talenta, minat dan bakat. Potensi tersebut tidak harus terabaikan, sebagai orang tua Saya dan Suami Saya punya didikan khusus yang selalu memahami dan mendukung serta mengembangkan potensi, bakat kedua anak kami,” cetusnya.
Ibunda Zulham Malik Zamrun dan Zulfin Malik Zamrun, ini terbilang sukses mengantarkan kedua putranya ke prestasi puncak sebagai pesepakbola. Si Sulung Zulham telah makan garam pengalaman, malam melintang dari satu club ke club lainnya, berawal dari kompetisi antar kampung hingga lokal dan masuk ke liga satu dan dua. Apalagi Ham sapaan Zulham, pernah menyabet prestasi sebagai pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak untuk clubnya PERSIB Bandung di ajang Piala Presiden tahun 2014 lalu.
Prestasi si Sulung diikuti pula oleh Zulfin, si Bungsu yang akrab disapa Ipi. Tercatat Ipi sekarang membela Barito Putra Kalimantan Barat. “Prestasi mereka tidak terlepas dari talenta pesepak bola yang dimiliki sang Ayah. Ini karena suami Saya juga adalah mantan pesepak bola dan pernah membela PERSITER Ternate di saat masa jaya-jayanya Persiter di tahun 1985 sampai 1986,” jelas Ain.
Jelang perhelatan Pileg 2019, Hj. Ain terobsesi untuk masuk ke gelanggang politik melalui Partai Moncong Putih PDI Perjuangan. Niatannya tersebut didasarkan dengan tekadnya untuk mengabdikan dirinya pada masyarakat.
“Kalo soal duit atau kekayaan, Alhamdulillah saya sudah dirahmati oleh-Nya. Kini saatnya Saya mau sebagai wakil rakyat, sebagai penyambung lidah rakyat, berbuat untuk kepentingan rakyat. Bukankah poltik juga adalah bagian dari ibadah.
Insya Allah jika dirahmati Saya ingin jadi Politisi bijak yang tidak harus menutup mata hati Saya dan tidak harus distigma D-5 (datang, duduk, dengar, diam, duit),” tegas perempuan yang kini menjadi Ketua Pengurus Majelis Taklim Umul Khair Kelurahan Gambesi Ternate Selatan.
Ia sedemikian optimis tapi bukannya harus takabbur. “Manusia selalu berusaha, tapi Tuhan jugalah yang menentukan, kepada Dia lah kita serahkan segalanya,” Pinta Ain.
Keinginan, impian dan harapan yang disokong sepenuhnya oleh suami, kedua anaknya dan keluarganya, masyar akat sekampungnya juga tak ketinggalan siap berpartisipasi mencoblos, mengawal dan mengantarkannya ke kursi terhormat, kursi DPRD Kota Ternate. Selamat berjuang Hj. Ain. >>Ateng-Saleh
About

pembawa suara pembangunan bangsa

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.