Thursday, 15/11/2018 | 10:51 UTC+7
Media Rakyat

Melalui Hardiknas Kita Bangkitkan Dunia Pendidikan

Bupati Natuna photo bersama dengan Kadisdikbud NatunaNatuna,(MR)

BUPATI Natuna Ilyas Sabli, Kamis pekan lalu, memimpin langsung upacara Hari Pendidikan nasional yang jatuh pada tanggal 2 mei 2013. Selain membacakan langsung pidato Kemendiknas, Ilyas juga mengajak, agar bersama sama berjuang untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Usai melaksanakan upacara, Bupati Natuna dalam jumpa pers mengatakan, dengan adanya upacara Hardiknas, mari kita bangkitkan kembali, mutu dan kwalitas dunia pendidikan, anak-anak, Dewasa, demi tercapainya target. Sebab, belakangan ini, Dunia pendidikan, telah jadi momok yang menakutkan diberbagai daerah, terutama di Kabupaten Natuna.

Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah tetap, bersikukuh untuk meningkatkan mutu dan kwalitas Pendidik, dengan cara memberikan segala pasilitas, baik kepada siswanya, maupun tenaga pendidik. Dana 20 persen dari APBD Natuna tetap kita salurkan demi suksesnya mutu Pendidikan di Natuna, ujar Bupati.

Menurutnya, ada berbagai hal yang membuat, merosotnya mutu pendidikan. Antara lain, kurangnya tenaga pendidik jurusan. Penempatan guru yang tidak tepat. Natuna termasuk daerah terluar, guru, bahasa inggris, Matematika, Fisika, Kimia dan IPA, sangat langka. Oleh sebab itu terobosan yang kita lakukan adalah menyampaikan formasi ini kepada Pemerintah Pusat, agar Tahun 2013 ini, ada penerimaan PNS di Natuna.

Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Natuna. Usai mengikuti upacara Hardiknas, Jasman berharap masyarakat mengetahui peran penting dunia pendidikan. Kita punya kosep tentang ini.

Melalui Hardiknas yang ke 68, Jasman berharap peningkatan dunia pendidikan lebih maju lagi, sebab Pemerintah Daerah melaui Disdik, sudah berupaya memberikan yang terbaik demi terwujutnya peningkatan pendidikan. Disdik sendiri telah punya kosep yang telah dijalankan. Diantaranya, Guru, diwajibkan harus Sarjana. Pemkab memberikan bantuan biaya kuliah, agar guru-guru tamat S1.

Kemudian sekolah harus Bagus, dan didukung pasilitas belajar mengajar, Hal ini untuk menunjang, para siswa dan pendidik dalam belajar dan mengajar. Kurikulum harus sukses, terakhir, pemberantasan buta aksara, semua harus tamat min SMA, papar Jasman. >>Roy

About

pembawa suara pembangunan bangsa

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.