Mantan Kadin Perikanan ditetapkan Menjadi ‘TSK’ kasus Pengelapan Dana Retribusi

Bintuni, (MR)
Akhirnya NH Mantan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Teluk Bintuni di tetapkan menjadi tersangka oleh penyidik Polres Teluk Bintuni.
“Penyidik Reskrim Polres Teluk Bintuni sudah final dalan penyidikan tentang tindak pidana korupsi, penggelapan Dana Retrebusi yang di lakukan oleh pejabat dinas Kelautan dan perikanan medio 2013 hingga 2015, yang mengakibatkan kerugian negara kurang lebih sebesar 410 juta rupiah, yang di lakukan oleh tersangka NH,” ujar Kapolres AKBP. Andriano Ananta SIK, Yang di dampingi oleh Waka polres Kompol Jupri Tampubolon dan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni AKP Alexsander Putra SH. SIK, kepada wartawan Rabu (14/1/2018) dan Press Release di Polres SP 5 Bintuni Timur.
Lanjut Kapolres, seharusnya Uang dari pembayaran Retrebusi tersebut harus di setor ke Kas negara, telah di selewengkan oleh tersangka untuk kepentingan pribadi, sehingga mengakibatkan kerugian negara yang nilainya mencapai 410 juta rupiah.
Untuk berkas perkara kasus tersebut sudah dinyatakan lengkap, dan sudah P21 yang di tetapkan pada Bulan Desember 2017 lalu, dalam waktu dekat Berkas Perkara tersangka bersama barang Bukti (BB) akan segera di limpahkan kekejaksaan selaku penuntut untuk di lakukan proses lebih lanjut lagi.
Kapolres juga mengatakan atas tidak di tahannya  tersangka oleh tim penyidik polres Teluk Bintuni, dengan alasan selama dalam pemeriksaan, atas pertimbangan,  yang bersangkutan tidak menghilangkan barang Bukti (BB), melarikan diri atau mengulangi perbuatan itu lagi, apa lagi yang bersangkutan dalam keadaan sakit.
Sedangkan menurut Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni. AKP Alexander Putra SH.SIK, menjelaskan bila pihaknya juga telah memeriksa sebanyak 12 orang saksi dan juga telah mengamankan Barang Bukti (BB) yang berupa Kwitansi pembayaran dari PT.Hardo Indo Perkasa dan satu lembar piutang dari PT.Harda.
Tujuh lembar foto copy kwitansi dari Dinas kelautan Dan perikanan yang telah di serahkan, kemudian Indensitas atau foto copy SK pengankatan CPNS 23 juni 1993 dan satu lembar foto copy Keputusan Bupati tentang pengangkatan dalam jabatan struktural di Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni.
Turut di amankan juga, satu bendel Bukti pembayaran Retrebusi Hasil Laut pada tahun 2014 hingga 2015, foto copy Buku kas Umum dari Bendahara penerimaan Kas Dinas kelautan dan perikanan, dan diamankan 181 lembar uang pecahan Seratus ribu, Satu lembar uang pecahan 20 ribu, satu lembar pecahan uang dua ribu dan satu lembar uang seribu.
Tersangka akan di jerat dengan  Undang – undang Nomor 31 tahun 1999 , yang di ubah dalam Undang – undang Nomor 20 tahun 2001, ayat 2 dan 3.tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Yang dimana dalam Pasal 1 dan 2, dalam Undang-undang tersebut menyatakan, setiap orang yang melanggar hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorperasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara di pidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta dan paling banyak 1 milyar rupiah.
Dan pasal 3 yang menyatakan setiap orang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu koperasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau saran yang ada padanya, karna jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara, di pidana dengan pidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit 50 juta rupiah dan paling banyak satu milyar.
Lebih lanjut Kapolres Andriano menghimbau kepada masyarakat agar dapat tertib hukum dan jangan menyalah gunakan kewenangan yang telah di berikan untuk memperkaya pribadi.
“Pada kesempatan ini saya menyatakan kepada masyarak-at, agar masyarakat dapat terib dan taat hukum, jangan menyalah gunakan wewenang atau jabatan untuk ke untungan pribadi maupun kelompok, yang pastinya akan berimbas merugikan Negara dan merugikan diri sendiri, kepolisian dalam hal ini akan menindak tegas bagi siapa saja yang melakukannya,” ucap Andriano Ananta. >>Haiser Situmorang

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.