mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Lurah Matali Tofan Simbala: Perlunya Adanya Penyadaran Orang Tua Terhadap Hak Anak

Published on Nov 18 2017 // Nusantara

Kotamobagu, (MR) – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kotamobagu bersama Kelurahan Matali melaksanakan Pelatihan tentang perlindungan dan pemenuhan Hak  Anak, Senin (06/11) di Aula Kantor Kelurahan Matali. Tofan Simbala, Lurah Matali mengatakan Tujuan Pelatihan ada dua yaitu, “untuk memperkuat kapasitas anak dalam memahami hak-hak anak, perkembangan anak, komunikasi anak, perlindungan anak, mencegah bullying, dan menghindari kekerasan dan Untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan anak dalam menggunakan berbagai jalur guna menyusun sebuah perubahan,” paparnya.

Simbala juga mengatakan, tantangan dan persoalan yang menimpa anak-anak saat ini semakin berat karena jaman semakin maju utamanya informasi dan teknologi. Olehnya itu tidak cukup hanya memberi penyadaran kepada orang tua tetapi juga pada anak-anak itu sendiri, bersyukur ada Dinas P2PT2A yang fokus kepada anak yang mau memfasiitasi kita, melihat, memantau apa yang terjadi ternyata di Kotamobagu khususnya di Kelurahan Matali sudah harus diintervensi dengan pelatihan seperti ini.  Dan yang tidak kalah penting gunakanlah waktu untuk melakukan hal-hal yang positif. Kemudian dalam bergaul jaga etika – baik etika dengan teman, orang tua, guru, dll., dan berpakaian.

Kemudian dalam bertutur gunakan bahasa yang positif, ucapan positif yang dilakukan berulang-ulang terus akan menjadi do’a dan itulah yang akan terjadi hal baik/positif, kata Simbala. Rafiqah Bora, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengatakan tujuannya diadakan pelatihan ini untuk Pembentukan Kelompok serta melaksanakan pembinaan dan konseling rohani kepada anak-anak dilingkungan Mesjid dan Gereja dalam pembentukan karakter anak dan mencegah terjadinya kekerasan kepada anak yang dilakukan oleh kelompok Lembaga Agama.

“Melaksanakan pembinaan, penyuluhan dan sosialisasi terkait tumbuh kembang anak dan perlindungan anak yang dilakukan oleh Kelompok Dasawisma. Melakukan koordinasi bersama pengurus Sekolah dan Organisasi Siswa dalam mewujudkan program menuju Sekolah Ramah Anak tanpa kekerasan, non diskriminasi serta sekolah yang berkarakter dan nyaman bagi perkembangan fisik, kognisi dan psikososial anak perempuan dan laki-laki, yang dilakukan oleh Kelompok Peduli sahabat di sekolah,” ungkap Bora. >>Neni

Leave a comment