mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Lomba Pasanggiri Tingkat Bahasa Dan Sastra Sunda Tingkat Kecamatan Cijenggjing

Published on May 06 2015 // Ragam

LombaCiamis, (MR)
Hasil rapat anggota ketua gugus/ K3S / ketua PGRI Kecamatan Cijengjing Kabupaten Ciamis mengggelar kegiatan dalam ranggka lomba pasang giri  bahasa dan sastra sunda  tingkat Kecamatan yang di selenggaran di masekdas di hadiri oleh 27 sekolah lingkup UPTD Kecamatan Cijenggjing, Drs.H. Karno, M.pd SE selaku ketua panitia penyelenggara, ketika di temui  MR, mengatakan kegiatan ini mengenai pasanggiri bahasa sunda untuk memenuhi tugas dari dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Ciamis, yang pada tujuanya diadakan kegiatannya tersebut; 1. untuk meningkatkan mutu pendidikan ; 2. mencari siswa yang berprestasi di bidang bahasa dan sastra sunda tinggkat Kecamatan Cijengjing; 3. hasil yang menjadi juara 1 tingkat Kecamatan Cijengjing dapat mengikuti lomba di tingkat Kabupaten Ciamis dan juga untuk meningkatkan kegiatan terutama dalam meningkatkan mutu pendidikan terutama dalam bahasa dan sastra diharapkan mudah-mudahan tahun sekarang berharap ada salah satu materi yang masuk di tingkat Kabupaten.

Lanjut Drs. H. karno, M.pd  hasil dari kegiatan pasang giri bahasa sunda dan sastra sunda; 1.seni tari daerah di menangkan oleh SD 1 Cijengjing yang ke 2. SD 3 bojongmengger juara 3. SD 2 ciharalang kemudian untuk lomba Dongeng PA masuk juara 1 SD Negeri 1 Cijengjing  juara 2 SDN 2 ciharalang, juara 3 SD Negeri; 3 dewasari kemudian untuk peserta PI, juara 1 SDN 2 ciharalang, juara 2 SDN 1 pamalayan, juara 3 SD Negeri 1 Cijengjing, juara 3 SDN 3 pamalayan, untuk lomba aksara sunda PI, juara 1 SDN  3 pamalayan, juara 2 SDN 2 ciharalang  juara ke 3 SDN 1 Cijengjing, Dedi supriadi S.pd selaku ketua K3S, menambahkan, ini merupakan program tahunan yang dilaksanakan setiap semester dua yang momennya adalah untuk mensosialisasikan budaya sunda.

Agar supaya budaya sunda bisa berkembang pesat di masarakat terutama untuk melestarikan seni-seni sunda yang hampir pupus,kemudian untuk memasarakatkan budaya sunda seni sunda sehingga berkembang pesat kembali seperti masa lalu. Lanjut, Dedi supriadi ia berharap kepada pemerintah terutama dalam hal sarana/ alat sunda masih minim sekali terutama orgen kemudian rebab, Dogdog, dsb. Masih banyak kekurangan terutama untuk menunjang kegiatan tersebut, kemudian perhatian pemerintah terhadap seni sunda yang di tuangkan melalui sarana prasarana yang kedua pembinaan secara rutin yang ketiga diharapkan ada beberapa sekolah yang di anggap induk pengembangan dalam hal seni budaya sunda ungkapnya. >>Hr/Fatul Mu’in

Leave a comment