LDNU Kabupaten Kediri Gelar Sarasehan Mengundang Ratusan Mubaligh se-Kabupaten Kediri

Kediri, (MR) – Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Kediri, salah satu programnya adalah sarasehan muballigh Rabithatul Muballighin NU. Mengingat LDNU sendiri memiliki dua jenis binaan muballigh, yakni Pendidikan Kader mubaligh (PKM) dan Rodithotul Muballighin Nahdlatul Ulama (RMNU). Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kediri dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN) mengawali dengan menggelar ‘Sarasehan Rabithotul Muballighin Nahdlatul Ulama’ di Aula Kantor PCNU Kabupaten Kediri Jalan Imam Bonjol 38 Kota Kediri, Sabtu (12/10/2019) pukul 13.00 WIB. Tahlil yang dipimpin langsung K Hafidz Ghozali pengasuh PP Mahir Arriyad Ringinagung Kepung Pare Kediri. Sarasehan dengan mengambil tema ‘Peran Dakwah Aswaja Dalam Deradikalisasi Agama’, Kegiatan sarasehaan ini mengundang Asy Syaikh Al Habib Dr Samir Bin Abdurrahman Al Khouli Al Rifa’i Al Husaini Bairut-Libanon.
Asy’ari Masduki (Ketua LDNU Kabupaten Kediri) mengatakan, bahwa sarasehan kali ini, merupakan acara RMNU, karenanya yang diundang adalah para mubaligh-mubaligh yang berkiprah di masyarakat, baik di NU, Muslimat maupun Banom NU lainnya. “Maksud dan tujuan Sarasehan Muballigh ini agar para muballigh bertambah semangatnya terutama dalam hal pengajian tentang masalah keaswajaan” terangnya kepada media ini.
Asy’ari menuturkan, bahwa para muballigh hendaknya menambah materi pengajiannya dengan masalah keaswajaan. Karena jaman sekarang ini banyak kelompok-kelompok yang menyimpang dari ahli sunnah waljamaah. “Sehingga, para mubaligh itu memiliki peran yang sangat kuat untuk melindungi masyarakat warga NU dari paham-paham yang menyimpang. Dikarenakan, mubaligh merupakan ujung tombak untuk menjaga ahli sunnah waljamah ini,” bebernya.
Ia berharap semoga dengan kegiatan sarasehan ini semangatnya semakin bertambah dalam berdakwah khususnya untuk berdakwah aswaja. “Kegiatan ini bisa terselenggara berkat kerjasama dengan Aswaja NU Center dengan ketuanya Ustadz David Fuadi,” ungkapnya. Sementara itu, Muhammad Makmun Ketua PCNU Kabupaten Kediri menyampaikan, dengan digelarnya sarasehan kali ini, dengan mengundang Asy Syaikh Al Habib Dr Samir Bin Abdurrahman Al Khouli Al Rifa’i Al Husaini Bairut-Libanon, semoga mendapat ilmu yang barokah bagi kita seluruh masyarakat Kediri. Pembukaan Hari Santri Nasional kali ini yang diawali sarasehan.
“Mudah-mudahan kita semua mendapat barokah dan meningkatkan ibadah tentang Wal Sunnah Waljamaah di Kediri,” ucapnya.
Ia berharap dengan kedatangan beliau semoga menjadi berkah dan menjadikan motivasi bagi kita semua ahli sunnah wal jamaah untuk melawan memerangi aliran-aliran radikalisme. Untuk diketahui dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, PCNU Kabupaten Kediri selain menggelar sarasehan. Ada juga beberapa rangkaian kegiatan. Seperti, Pengobatan Gratis dan Khitan Massal di Desa Blimbing Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, Minggu (13/10/2019).Kegiatan Jelajah Santri Pramuka Ma’arif NU, Sabtu (19/10/2019) dan Menggelar Apel Akbar Hari Santri Nasional di Stadion Canda Bhirawa Pare, Selasa (22/10/2019)Kemudian, Kegiatan Ngonthel Bareng di Terminal Simpang Lima Gumul dan Lomba Lalaran, Patrol Ronda dan Lomba Aswaja di Masjid Agung An-Nur Pare, Minggu (27/10/2019). (Ags)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.