mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

KPK Klaim Selamatkan Kerugian Negara Rp152 Triliun

Published on Jun 22 2012 // Berita Utama

Jakarta,(MR)
TIDAK terima disebut melakukan penegakan hukum ala infotainment, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim telah menyelamatkan aset negara sehingga mencegah kerugian negara Rp152 triliun. “Itu Rp152 triliun yang dulu diselamatkan KPK. Itu dari minyak dan gas. Konkret kan,” kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas di Gedung DPR di Jakarta, Rabu (20/6).
Menurut Busyro, nilai tersebut didapat dari penyelamatan aset minyak dan gas selama 2005 hingga 2011. Busyro mengatakan uang tersebut kini juga telah dikembalikan ke kas negara melalui bank pemerintah.
Saat dimintai tanggapan tentang sebutan penegakan hukum ala infotainmet yang dilakukan KPK, ia enggan menanggapinya.“Saya hanya akan menanggapi yang penting-penting saja,” ujarnya.
Sebelumnya Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika mengatakan KPK sangat hebat jika berhasil membongkar kasus besar. “Daripada terjebak penegakan hukum yang saya bilang infotainment, penegakan hukum itu lebih besar ingar bingarnya sedangkan nilainya kecil,” kata Pasek.
Sebelumnya, Komisi III DPR Kritik Kinerja KPK bak Infotainment, Ketua Komisi III DPR RI Gede Pasek Suardika menilai selama ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terjebak dengan penanganan penegakan hukum seperti infotainment. Ia melihat hal tersebut dari sejumlah kasus tak seberapa yang ditangani lembaga ad hoc pimpinan Abraham Samad itu.
“Terjebak penegakan hukum yang saya bilang infotainment, penegakan hukum itu lebih besar ingar-bingarnya sementara nilainya lebih kecil,” kata Gede Pasek, di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (20/6).
Menurutnya, KPK sangat hebat jika berhasil membongkas kasus pajak yang triliunan, tambang yang triliunan, dan penggelapan subsidi BBM yang triliunan. Pasek beralasan kalau kasus tersebut dikerjakan mala itu akan membuat pendapatan APBN meningkat. Bahkan, ia pun sempat menyinggung tak hanya KPK, kepolisian sektor (polsek) saja bisa menanganinya.
“Kalau sadap, tangkap, puluhan juta itu kan polsek kasih peralatan itu saja juga bisa,” imbuhnya.  Ia pun lantas mencontohkan kasus megaproyek pusat olahraga di Hambalang senilai Rp1,2 triliun. Kasus itu hanya pemberitaannya saja yang besar sementara penegakan hukumnya tidak signifikan itu sama saja. “Hambalang silakan kalau terbukti diungkap, kalau nggak terbukti ditutup, jangan dibiarkan di area infotainment itu, nanti susah, beritanya besar, penegakan hukumnya tidak seberapa,” cetusnya. >> Sahrial Nova

Leave a comment