mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

KMKA Peduli Desa pertanyakan kinerja BPMD Dan Inspektorat

Published on Sep 27 2017 // Investigasi-Report

Lahat, (MR)
Aksi damai yang dilakukan KMKA (Keluarga Mahasiswa Kikim Area) Peduli Desa terkait adanya dugaan indikasi penyimpangan dalam kebijakan yang terjadi dikecamatan Kikim Area, terutama yang bersangkutan dengan realisasi dana desa yang pengalokasiannya diangap tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Selain itu KMKA menduga adanya ketidak beresan pada BPMD dan Inspektorat, diikuti puluhan mahasiswa dan dikawal oleh satuan pol pp dan puluh anggota polres Lahat, Senin (25/9).

Aksi damai yang dilakukan dengan berjalan kaki diawali didepan BPMD berkisar pukul 10.30 diteruskan kekantor Inspektorat. Aksi damai didepan kantor BPMD disambut pegawai pegawai BPMD, kepala BPMD yang diwakili oleh Beni Zainuddin menyampaikan rasa terimakasih kepada adik-adik KMKA.

“Ini menjadi masukan bagi kami terkait dengan dana desa kami akan tinjau dan akan kami sampaikan kecamat,” tutur Beni.

Mendengar jawaban dari pihak BPMD, KMKA merasa tidak puas, orasi dilanjutkan ke kantor Inspektorat. Aksi damai didepan kantor inspektorat disambut oleh Kepala Inspektorat Rudi Thamrin, menemui para pendemo, dana desa diperuntukan sesuai juklak dan juknisnya sudah ada, yang bisa menjawab adalah BPMD, tugas kami hanya pengawasan, “apabila ditemukan hal yang menyimpang dan jangan lupa dengan bukti yang kuat silakan lapor keaparat penegak hukum”, ungkapnya

Kordinator aksi Sudan Wijaya, bahwa inspektorat selaku internal pengawasan dana desa, tapi nyatanya fisik saja kawan-kawan mahasiswa mempertanyakan, “kok didiamkan,” kata Sudan menjelaskan kepada kepala inspektorat Bahwa ada saja dana desa tidak diperdayakan, dimana tugas pengawasannya dari pihak inspektorat.

Lahat, (MR)
Aksi damai yang dilakukan KMKA (Keluarga Mahasiswa Kikim Area) Peduli Desa terkait adanya dugaan indikasi penyimpangan dalam kebijakan yang terjadi dikecamatan Kikim Area, terutama yang bersangkutan dengan realisasi dana desa yang pengalokasiannya diangap tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Selain itu KMKA menduga adanya ketidak beresan pada BPMD dan Inspektorat, diikuti puluhan mahasiswa dan dikawal oleh satuan pol pp dan puluh anggota polres Lahat, Senin (25/9).

Aksi damai yang dilakukan dengan berjalan kaki diawali didepan BPMD berkisar pukul 10.30 diteruskan kekantor Inspektorat. Aksi damai didepan kantor BPMD disambut pegawai pegawai BPMD, kepala BPMD yang diwakili oleh Beni Zainuddin menyampaikan rasa terimakasih kepada adik-adik KMKA.

“Ini menjadi masukan bagi kami terkait dengan dana desa kami akan tinjau dan akan kami sampaikan kecamat,” tutur Beni.

Mendengar jawaban dari pihak BPMD, KMKA merasa tidak puas, orasi dilanjutkan ke kantor Inspektorat. Aksi damai didepan kantor inspektorat disambut oleh Kepala Inspektorat Rudi Thamrin, menemui para pendemo, dana desa diperuntukan sesuai juklak dan juknisnya sudah ada, yang bisa menjawab adalah BPMD, tugas kami hanya pengawasan, “apabila ditemukan hal yang menyimpang dan jangan lupa dengan bukti yang kuat silakan lapor keaparat penegak hukum”, ungkapnya

Kordinator aksi Sudan Wijaya, bahwa inspektorat selaku internal pengawasan dana desa, tapi nyatanya fisik saja kawan-kawan mahasiswa mempertanyakan, “kok didiamkan,” kata Sudan menjelaskan kepada kepala inspektorat Bahwa ada saja dana desa tidak diperdayakan, dimana tugas pengawasannya dari pihak inspektorat. >>Nur

Leave a comment