Kerja Sembrawut, Pasang Tiang PLN Dalam Parit Dan Bahu Jalan?.

Natuna(MR) Meski telah dikeluarkan surat edaran, agar pemasangan tiang baru PLN, dilaksanakan 5 meter dari  jalan, oleh Bupati Natuna, namun surat edaran tersebut  tidak diindahkan  pihak rekanan dan pengawas lapangan.

Surat edaran Bupati Natuna tertanggal,11 April 2018 di tujukan langsung kepada Pimpinan PLN Natuna Dwi, ternyata tidak di gubris. Hal tersebut terlihat di sepanjang jalan Padang Angus, desa Harapan Jaya hingga ke Cemaga. Sejumlah tiang PLN di pasang di bahu jalan, bahkan didalam parit.

Berdasarkan Nomor Register:671.11/PUPR/ 2018,
Perihal,Segera menindak lanjuti Pemasangan Tiang PLN di Ruas jalan kabupaten Natuna sebagai berikut.

Pembongkaran  Utilitas dan pemindahan Tiang PLN yang tidak sesuai dengan Permen Dinas Pekerjaan Umum Nomor: 20/PRT/M/2010.

Sebelum melaksanakan Pemasangan Tiang PLN pada ruas jalan nasional,
Propinsi,Kabupaten, agar berkordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Penataan Ruang Kabubaten Natuna.

Pada pejerjaan pemasangan/pergantian Tiang PLN di harapkan dapat mengatur jarak dari badan jalan dengan pertimbangan Pengembangan dan Pelebaran Ruas Jalan ke depan nya nanti.

Jarak minimal 5 meter atau segera berkordinasi dengan Pihak Terkait.Namun semua ini  tidak diindah kan, Kepala PLN Ranai, di percaya sebagai pengawas proyek.

Dwi selaku pimpinan PLN Ranai, ketika dikonfirmasi media ini, dengan enteng mengatakan pembangunan sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Sesuai petunjuk dari PUPR, diperbolehkan membangun tiang disisi bahu jalan.
Dwi dipercaya sebagai  pengawas lapangan mengira wartawan yang hadir saat itu tidak mengantongi surat Bupati tahun 2018, tentang pemasangan tiang baru PLN.

Celakanya lagi,Ia mengatakan,  Jika ada penanaman dalam parit sama bahu jalan nanti saya akan lihat, bila perlu di bongkar, soalnya belum beroperasi ucap Dwi enteng.

Sebagai pengawas dalam proyek bernilai “ratusan millyar” rupiah, Dwi Ristiono sungguh berani “mengangkangi” surat edaran Bupati Natuna dan Peraturan Mentri Pekerjaan Umum.

Selaku pengawas, Dwi Ristiono seharusnya bertindak sesuai aturan, sehingga tidak terkesan “ Menutup-nutupi” pekerjaan, akan menimbulkan adanya  “persekongkolan” antara pihak kontraktor dan manajer PLN Rayon Ranai.

Dwi Ristiono mengaku,  pelaksana adalah PT. Jaya Sentrikon dan PT. Kunango Jantan selaku sub kontrak pekerjaan kepada perusahaan lain. Namun, ia lupa, apa nama perusahaan tersebut. “Saya ingat hanya PT. KSP, satu lagi lupa. Intinya tidak ada masalah, nanti saya cek dulu kelapangan,” ucapnya.

Sementara itu Hartono salah satu Pengawas jalan provinsi, merasa kesal. Akibat pemasangan tiang PLN dibahu jalan, pekerjaan pelebaran jalan jadi terganggu.  “Ini bisa memperlambat pekerjaan kami ucapnya. Seharusnya pemasangan tiang PLN  diluar parit, bukan dibahu jalan atau dalam parit.

Sementara itu, pihak kontraktor PT. Jaya Sentrikon dan PT. Kunango Jantan hingga berita ini dinaikkan  belum berhasil di konfirmasi. Sub kontraktor PT. KSP,  Hanafi, mengaku bahwa pemasangan tiang di daerah Padang Angus bukan dikerjakan oleh dirinya. Ia hanya bekerja di pemasangan tiang dari PT. Kunango Jantan. “Saya tidak tau, siapa subkon PT. Jaya Sentrikon Indonesia,”ucapnya. /Budi

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.