mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Kerja Keras Berbuah Manis, Dandim 0318 Panen Raya Bersama Petani

Published on Jan 19 2017 // Berita Utama

Natuna, (MR)
Komandan Distrik militer, lekol inpantri Ucu Yustiana melakukan panen raya di desa batubi jaya Kecamatan Batubi. Panen padi perdana tersebut untuk memenuhi nawa cita Presiden RI Jokowi Dodo, tentang ketahanan pangan, di seluruh wilayah NKRI.

Untuk itulah Panglima TNI,Gatot Nurman Tio, memerintahkan jajarannya agar membantu masyarakat petani membuka lahan untuk menanam padi demi terwujudnya swasembada pangan.

“Indonesia harus mampu mandiri, 5 tahun ke depan tidak lagi mengimpor beras dari Negara tetangga,melainkan menjadi Negara pengekspor beras, ucap Presiden saat mengadakan pertemuan dengan sejumlah jajarannya,beberapa waktu lalu.

Sementara itu Bupati Natuna Hamid Rizal, memberikan apresiasi yang tinggi serta ucapan terima kasih kepada Dandim 0318, beserta jajarannya, yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Semoga kedepannya Bersama TNI, Natuna menjadi penghasil swasembada pangan, paparnya lewat Asisten Ekonomi Abdullah.

Ketua kelompok tani suka maju, Sardini. Ketika dikonfirmasi wartawan, mengaku Luas panen hari ini 5 Ha. Sementara untuk bbit, pupuk dan obat obatan, merupakan bantuan dari dinas pertanian. Dari pihak TNI, Pembajakan lahan dan bantuan alat alat.

Permasalahan yang kami temui sekarang ini adalah minimnya sarana air, karena belum tersedianya irigasi. Masalah pupuk. Dalam 1 Ha, dibutuhkan pupuk 3 kwintal, namun yang diberikan hanya 2 kwintal. Hal ini berdampak kepada hasil maksimal. Selanjutnya obat obatan spontan. Kurang manjur. Yg Cocok untuk padi ragen dan kencis.

Permasalahan ini belum sempat kami utarakan karena, Kegiatan mendadak. Sementara untuk bantuan dari pihak TNI merupakan penyediaan cetak sawah sama alat alat. Dari hasil pantauan yang kami terima kwalitas bibit baik. Padi situ bagendit, jenis ampibi. Padi ini diklaim tahan akan kekeringan. Meski demikian hasilnya tetap tidak maksimal.

Tahun ini ada wacana kelopok tani kita untuk mengganti sementara dengan mengganti tanaman kacang keledai, itupun jika bibit ada. Meski program ini tanam padi, kami tetap ingin merubahnya dengan tanan kacang keledai putih, sambil menunggu musim penghujan.

Untuk hasilnya tidak maksimal, sebab dari 1 Ha sawah biasanya dapat mengjasilkan 3-4 ton padi, namun kali ini hanya menghasilkan 1 ton saja. Meski demikian kita tetap mensyukuri, karena program ini program pemrintah, bekerja sama dengan TNI, dikomandoi oleh DANDIM.

Kasdim 0318 Kabupaten Natuna saat dikofirmasi wartawan, mengatakan. Ini merupakan Panen Kedua diwilayahnya, setelah panen perdana di lakukan di Kecamatan Bunguran Tengah, ucap Fikiyansah.

Menurutnya sejak program ini di gulirkan Pemerintah Pusat, khususnya di Natuna, Dandim 0318, telah melakukan pembukaan cetak sawah, sekitar 150 Ha pada tahun 2016 ada 4 lokasi. Panen saat ini sebanyak 5 ha. Sementara di gunung putri masih ada dari 11 ha belum di panen.

Kendala ditemui saat ini adalah masalah air. Pihaknya sudah berusaha mengupayakan, berupaya buat titik mbung, dan menyediakan mesin air. Tapi belum bisa tercukupi.

Di atas sana ada embung, milik PU, dikelola PDAM, jika itu bisa dialirkan 3 jam aja dalam 1 hari sudah tentu bisa memenuhi, kebutuhan petani. Hal ini juga akan kita utarakan kepada Pemerintah ucapnya.

Masalah pupuk belum terpenuhi. Rencana kedepan ucap Kasdim, ada wacana petani mau mengganti padi dengan kacang kedelai, soalnya musim kemarau. Kendala sekarang bibit kedelai putih, ada tahu tidak. Hal tersebut sudah disampaikan kepada Dinas pertanian bisa atau tidak

Kebetulan tahun lalu ada program dinas pertanian untuk itu. Kenapa tidak diarahkan kesini aja, ucapnya. Ke depan Kita berharap, ada terobosan dari Dinas Pertanian. Harus bersinergi dengan PU. Untuk dapat membangun irigasi, sehingga ketahanan pangan bisa teratasi.

Program ini sudah lama dimulai. Kita lakukan pendampingan dan pembuatan demplot, percontohan. Dan menggarap lahan pertanian untuk mendukung mendukung ketahanan pangan.

Tahap pertama 150 ha. Hal itu bukan tak terpenuhi cuma setelah disurvey, bayak bekas lahan sawah, jadi tak bisa diwujudkan sebab, pencanangan nya buka lahan baru.

Tahun ini, bakal ada tambahan 100 ha di daerah Klarik sama Klarik Utara. Kita sudah survey dan melakukan sosialisasi dengan kelompok taninya. Ia juga tidak lupa menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Dandim. Sebenarnya beliau ingin langsung turun kelapangan, namun karena ada pekerjaan yang tidak dapat ditunda, maka Saya diutus untuk menyampaikannya.

Kabid TPH, tanaman pangan dan kultural.Alianda ketika dimintai komentarnya mengaku, Bantuan diserahkan bersumber dari APBN. Fisik yang sudah terealisasi 132 ha, tiap Ha ada bantuan sara produksi benih padi sebesar, 20 kg/Ha. Pupuk urea,100 kg tampah mpk 100kg/Ha. Obat-obatan lengkap, ucap Alianda.

Terkait kekurangan pupuk seperti permintaan Petani, kedepan kita ajukan dana optimasi. Sebab tahun ini banyak untuk, dipoliskapur pertanian, sama pupuk organik. Masalah kekurangan pupuk, karena tahin lalu Kita sesuaikan dengan anggaran.

Soal niat Petani mau menanam kacang kedelai dalam wakru dekat, sebagai pengganti sebelum musim penghujan, Dinas pertanian menyetujui tapi program kita padi.

Oleh karena itu pihaknya tidak bisa memberikan bibit ‘Namun demikian tidak tertutup kemungkinan’ itu bisa dilakukan.” Itu bisa saja, tapi butuh waktu sekitar 3 bulan lagi. Terkait hasil panen saat ini dinilai kurang memadai, Alianda menglaim padi yang dipanen saat ini rata rata 3 ton/Ha.

Hasil pengukuran dari pihak BPS, hasil panen kali ini diprediksi sekitar 3,2 ton.

Hal ini bertolak belakang dengan pengakuan ketua kelompok tani yang mengatakan hasil panen berkisar 1 ton/Ha. Diakibatkan saat padi mulai berbuah, kekurangan air. >>Roy

Leave a comment