Kepala SDN Pegadungan 11 Pagi Diduga Tidak Transparan Dalam Penggunaan Dana BOS

Jakarta, (MR) – Tujuan Pemerintah Pusat menggelontorkan anggaran dalam rangka membantu masyarakat mengentaskan buta huruf dan wajib belajar bagi usia dini sampai jenjang menengah, tentu disambut baik oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya di jajaran lingkungan pendidikan. Namun, pada prakteknya masih saja ada oknum kepala sekolah yang diduga tidak transparan dalam mengelolaan dana bantuan operasional sekolah atau lebih dikenal dengan BOS. SDN Pegadungan 11 Pagi yang saat ini di pimpin Hj. Pariri , berlokasi di Wilayah Kecamatan Kalideres Jakarta Barat, menurut pantauan para media merupakan salah satu sekolah yang di duga tidak transparan dalam penggunaan dana BOS. Tidak sampai disitu, sejumlah informasi yang dihimpun media juga di duga terjadi penggelembungan anggaran dan adanya surat pertanggungjawaban (SPJ) fiktif. Dengan adanya peristiwa tersebut, diharapkan pihak intansi terkait yang membawahi sekolah dasar tersebut bisa melakukan tindakan tegas untuk menjadi pembelajaran bagi sekolah- sekolah yang lain. Sehingga dengan demikian tidak terjadi lagi hal serupa di kemudian hari. Sementara, di tempat berbeda, sejumlah aktivis pendidikan yang ikut menyoroti hal tersebut, menyampaikan, bila peristiwa itu benar terjadi dan oknum kepala sekolah tersebut di duga tidak transparan dalam penggunaan dana BOS, tentu hal tersebut sudah
menyalahi aturan dan sangat tidak sesuai dengan Juklak dan Juknis yang ada. Di dalam aturan itu disebutkan setiap penerima dana BOS wajib memberikan laporan keuangan secara berkala dan diketahui oleh publik. Tidak sampai disitu, oknum kepala tersebut juga sudah tidak menggubris Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, tandanya. (Handri)

Tah eta tos diralat

Related posts