Kemdikbud Tolak Umumkan Kunci Jawaban UN

Jakarta,(MR)

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan tetap menolak tuntutan Indonesia Corruption Watch untuk mempublikasikan kunci jawaban Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama untuk mengkonfirmasi terkait dugaan adanya bocoran kunci jawaban Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2012.

“Kunci jawaban dan soal adalah info yang dikecualikan bagi Kemdikbud dan tidak boleh dibuka demi alasan apapun,” ujar Kepala bidang pencitraan pusat informasi dan humas Kemdikbud, Setiono, di sela mediasi dengan ICW di Komisi informasi Pusat, Senin (07/01)

Setiono mengatakan, Kemdikbud sudah berupaya mencari titik temu dengan ICW namun sampai saat ini belum menemukan solusi yang tepat. “Kami hanya bisa menerima aduan ICW dan sudah kami proses, pertanyaan sudah kami jawab, semua layanan yang diminta ICW soal anggaran dan lain-lain kita berikan, tetapi terkait kunci dan soal mohon maaf tidak bisa kami berikan Setiono mengatakan, Kemdikbud sudah berupaya mencari titik temu dengan ICW namun sampai saat ini belum menemukan solusi yang tepat. “Kami hanya bisa menerima aduan ICW dan sudah kami proses, pertanyaan sudah kami jawab, semua layanan yang diminta ICW soal anggaran dan lain-lain kita berikan, tetapi terkait kunci dan soal mohon maaf tidak bisa kami berikan karena sudah aturan Kemdikbud,” tambahnya.

Sebelumnya pada bulan April tahun 2012 berdasarkan informasi yang diperoleh posko pengaduan UN, ICW melaporkan dugaan kecurangan dengan beredarnya kunci jawaban soal untuk mata pelajaran Matematika satu hari sebelum UN dilaksanakan. Selain Matematika, diduga kunci jawaban bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam juga bocor.

Siti Juliantari Rachman dari divisi monitoring pelayanan publik ICW mengatakan ICW memperoleh kunci jawaban soal UN sebelum berlangsungnya UN dari saksi yang tidak ingin identitasnya dibuka.

Setelah dicocokkan dengan soal UN, ICW menemukan kecocokan jawaban sebesar lebih dari 75 persen. ICW menuntut Kemdikbud untuk mempublikasikan soal dan kunci jawaban UN guna memastikan benar tidaknya kunci jawaban yang bocor tersebut.

Anggota Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP), Ramli Zakaria, mengatakan soal dan kunci UN diproduksi oleh tim ahli dan disimpan di bank soal, sehingga tidak boleh dipublikasikan, karena masih akan digunakan untuk kepentingan lain. “Sudah ada suatu konvensi yang diterima secara umum bahwa soal seperti itu dipercaya sebagai pekerjaan profesional dan tidak pernah dipermasalahkan, Ujian Nasional adalah soal standar bersumber pada bank soal,” ujarnya.

Ramli mengatakan, sesuai tatalaksana yang berlaku jika soal atau kunci jawaban terbukti bocor maka kebocoran akan segera dilokalisir soal dan kunci tersebut akan dihentikan penggunaannya. “Tetapi tetap tidak akan dipublikasikan ke publik,” ujarnya.

Siti mengatakan Kemndikbud seharusnya bisa bersifat lebih fleksibel dalam menyikapi publikasi soal dan kunci UN karena menyangkut dugaan kecurangan yang harus dibuktikan kebenarannya. “Sesuai undang-undang No.14 tahun 2008, informasi yang dikeculikan sekalipun bisa dibuka sewaktu-waktu dengan alasan tertentu, jadi sifatnya tidak rigid,” ujar Siti. >> Ediatmo

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.