Kemandirian Tidak Jelas, AKN Bombana Terancam Bubar

Bombana, (MR)
Hingga saat ini kemandirain Akademi Komunitas Negeri (AKN) Bombana belum jelas, bahkan keberadaannya terancam bubar. Isyarat itu muncul setelah Kementerian Ristek Dikti melayangkan surat kepada Perguruan Tinggi Pembina AKN se-Indoensia, yang menyebutkan kalau pembiayaan AKN dari APBN akan berakhir Tahun 2020.
Artinya, kementerian hanya membiayai operasional kampus dan Proses Belajar Mengajar (PBM) mahasiswa yang direkrut Tahun Ajaran 2018/2019 yang studinya berakhir Tahun 2020. Meski demikian, dalam Surat Nomor: B/455/C4.2.2/KB.02.00/2019 yang ditandatangani Plt. Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Patdono Suwignjo, tetap memberi ruang bagi AKN untuk menerima mahasiswa baru bila pemerintah daerah bersedia  menanggung semua biayai yang dibutuhkan dalam PBM.
Menyikapi surat Kementerian tersebut, Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Ir.Muhammad Anshar, M.Si., Ph.D. selaku pembina telah menyurat kepada Bupati Bombana menyangkut pembiayaan AKN Bombana.
Karena itu, Nasib AKN Bombana bergantung pada kebijakan Bupati Bombana. Jika bersedia mengalokasikan anggaran, maka AKN dipastikan berlanjut dan dapat meneriman mahasiswa Tahun 2019/2020. “Penerimaan mahasiswa baru tahun 2019 tidak dapat dilakukan jika menggunakan sumber dana APBN. Kegiatan penerimaan mahasiswa baru hanya dapat dilaksanakan jika Pemkab Bombana atau pihak lain bersedia membiayai penyelenggaraan kegiatan perkuliahan secara penuh,” kata Direktur dalam suratnya.
Surat bernomor : 087/PL10/LL/2019 itu, menjelaskan, sikap Kemenristek Dikti yang enggan lagi mengalokasikan anggaran untuk AKN menjadi indikasi kalau kemandirian AKN Bombana sulit untuk terwujud.  “Hal ini menjadi indikasi proses kemandirian menjadi AKN di bawah Kemenristek Dikti mungkin sulit terealisasi,” ujar Direktur PNUP.
Hingga saat ini, AKN Bombana belum memutuskan untuk menerima mahasiswa baru. Koordinator AKN Bombana, Abdul Rauf Abidin, S.Pd yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/5), menjeaskan, pihaknya masih akan menghadap kepada Bupati Bombana, H.Tafdil, MM untuk menentukan langkah terkait nasib AKN selanjutnya. “Saya mau menghadap dulu sama pak bupati,” jelasnya
Terkait hal ini, Koordinator PDD AKN Bombana, Syamsul Bahri juga telah berkunjung ke Bombana tanggal 25 April lalu untuk menemui Bupati Bombana, namun ia hanya berhasil menemui Koordinator AKN Abdul Rauf Abidin dan sepakat untuk menghadapkan masalah ini kepada Bupati Bombana.
Selain itu, Syamsul Bahri juga menyampaikan, bahwa Direktur PNUP berencanan untuk menemui Bupati Bombana secara langsung, terkait masa-lah pembiyaan dan nasib AKN Bombana selanjutnya. >>HT

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.