Kartina Riauwita, Buka Pelatihan SIMPONI PPA.

 

Natuna(MR)- Untuk mengantisipasi keakuratan akses pelaporan terhadap kasus kasus kekerasan dalam rumah tangga, dan Pelecehan sex sual bagi anak anak, hari ini, dinas P3AP2KB Kepri, bekerja sama dengan Dinas sosial Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak (DSP3A)Melakukan pelatihan . sistim Informasi Perlindungan perempuan dan anak (SIMPONI PPA) 2018. Di hotel Tren Center Kabupaten Natuna.rabu 08/08/.

Kepala Dinas P3A, Kartika Riauwita, berterima kasih kepada Provinsi Kepri, telah memilih Natuna menjadi tempat terselenggaranya kegiatan pelatihan sistim Informasi Perlindungan perempuan dan anak (SIMPONI PPA) . Meski ada 7 Kabupaten Kota di Kepri, Namun Natuna menjadi pilihan Dinas P3AP2KB.Saya juga berharap kiranya kegiatan kegiatan lain yang ada di Provinsi dapat dipusatkan di Natuna, ucap Kartika Akrab dipanggil Bu Tina, saat membuka kegiatan pelatihan.

“Ini merupakan kegiatan Provinsi, dari tujuh Kabupaten kota, Natuna ditunjuk sebagai tempat kegiatan ucapnya..

Ia juga berharap, adanya Komplek perhatian khusus terhadap perempuan dan anak. Sudah banyak kasus yang terjadi ,namun tidak terdata dan terkoordinasi dengan baik. Melihat kejadian itu, Pemerintah menganggap perlu dilakukan pelatihan sistim informasi online, cara cepat melapor kejadian yang terjadi.

Berbagai terobosan juga dilakukan agar semua permasalahan dapat diatasi.
Dulu , Kita mendatangkan fisikolog ,namun mereka hanya bisa bertahan 2-3 hari, sehingga dinilai tidak efesien dalam menangani trauma pada Ibu dan anak.

Namun Kami berupaya agar fisikolog dapat menetap di Natuna dan itu sudah berhasil dilakukan.Dengan demikian para wanita maupun anak anak mengalami trauma, dapat disembuhkan.Kartina juga tidak menampik banyak kasus di Natuna namun tidak terlaporkan.

Tempat sama, Kabid Perlindungan hak perempuan Prov Kepri. dinas P3AP2KB.Ahmad Husyani mengatakan, pelatihan dilakukan agar masyarakat dapat mengakses secara cepat bila terjadi KDRT, atau Kekerasan Pada Anak.
Data iitu penting untuk di ketahui pusat.

Pelatihan sistim online, hunanya agar Kita , bisa buat laporan sendiri ucapnya. Lalu timbul pertanyaan, Kenapa peserta kebanyakan dari desa?, Mengingat kasus yang terjadi kebanyakan dari Desa.

Oleh sebab itu, peran serta teman teman yang hadir , dapat menyebar luaskan kegiatan ini , kepada masyarakat di daerahnya masing masing.

Ini penting agar pelaku dan korban KDRT maupun Kekerasan pada anak, mengetahui, dan tidak takut untuk melapor, Sebab berbagai lembaga telah berdiri dan siap melakukan pendampingan.

Sekarang ini, tidak hanya di tangani P2TPA. Tapi kita semua bisa Berperan bersama sama untuk memerangi itu.

Lanjut Ia katakan, untuk pencegahan dan pengobatan tidak lah susah. yang paling berat adalah menyembuhkan trauma pada sikorbankan. Butuh waktu bagi fisikolog untuk dapat memperbaiki itu.paparnya.

SIMPONI ini, berada di Pusat. Dan diagses ke Mendagri. Jadi identitas korban bisa diketahui melalui nik ktp.

Sementara untuk pelatihan Kita lakukan selama 3 hari. ia juga tidak menampik kira ya Pemerintah Pusat Lewat kementerian, agar memperhatikan situasi dilapangan .Mengingat kegiatan tersebut butuh anggaran dalam melaksanakan nya, terlebih di daerah pesisir, yang nota benenya, minim transportasi./Roy.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.