mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Kapan KLB Difteri Dinyatakan Selesai?

Published on Jan 09 2018 // Berita Utama
Jakarta, (MR)
Pemerintah sampai saat ini terus gencar melakukan kampanye imunisasi sebagai respons atas merebaknya kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi dapat segera mengakhiri KLB difteri.
Lalu apa indikator sebuah KLB bisa dinyatakan selesai? Jane menuturkan KLB difteri baru dinyatakan mereda apabila tidak ditemukan lagi kasusnya sampai dua kali masa inkubasi. Satu masa inkubasi berlangsung selama 10 hari. “Jadi jika dalam 20 hari dinyatakan sudah tidak ada lagi kasus difteri maka dinyatakan selesai,” kata Jane saat ditemui pada Ahad (2/1) usai acara Forum Group Discussion Indonesia Bebas Difteri.
Data Kementerian Kesehatan menujukkan sampai 2 Januari tercatat ada 939 kasus difteri di seluruh Indonesia. Sementara pada pekan pertama Januari 2018 dilaporkan adanya 15 kasus difteri. Jawa Timur dan Jawa Barat merupakan provinsi di mana kasus difteri paling banyak ditemukan.
Kondisi ini, kata Jane, tak lepas dari masih banyaknya masyarakat yang enggan diimunisasi dengan alasan mempertanyakan kehalalan vaksin. “Bahkan ada pesantren yang santrinya ribuan namun menolak diimunisasi, ini yang menyebabkan difteri semakin menyebar,” ujarnya.
Pentingnya imunisasi terhadap anak-anak dan orang dewasa yang masuk golongan berisiko difteri. Orang dewasa yang masuk golongan berisiko antara lain petugas medis dan mereka yang tinggal di daerah ditemukannya kasus difteri.
Direktur Manajemen Mutu PT Biofarma menyatakan Mahsun Muhammadi menerangkan pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan vaksin difteri. Kontrak ekspor vaksin pun terpaksa dibatalkan karena Biofarma mengutamakan kebutuhan masyarakat Indonesia. “Pembatalan ekspor ini dapat diterima dan memperoleh dukungan WHO karena kondisi Indonesia sedang KLB difteri,” kata Mahsun. (rep) >>Tim

Leave a comment