mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Kadis Pendidikan Lecehkan Kinerja Wartawan

Published on Jun 09 2012 // Investigasi-Report

Benarkah Ada Jatah Bulanan di Dinas Pendidikan Natuna?

 

Natuna,(MR)
JASMAN Harun, lelaki bertubuh jangkung, saat ini menjabat jadi Kepala Dinas Pendidikan Natuna. Berpenampilan necis dipadu dengan kaca mata minus, merupakan cirikasnya. Lelaki tinggi kurus ini selalu buat sensasi. Kadang apa yang dikatakan tidak diingat lagi, maklum umur sudah ujur dan sudah pantas pensiun. Akhir-akhir ini, sejumlah kuli tinta di Natuna, merasa gerah dengan ulah bahasa yeleneh sang Kadis. Saat Jasman Harun dinobatkan menjadi tamu kehormatan dalam organisasi Persatuan Jurnalis Natuna (PJN) ketika digelar pembukaan pelatihan jurnalis terhadap anak-anak sekolah di sisir basisir.
Diporum resmi, Jasman Harun berbicara lantang, de-ngan gambling Ia mengatakan wartawan jika menulis berita baik-baik bisa dapat uang Rp.200 ribu bahkan bisa 2 juta, dari nara sumber. Yang lebih menyakitkan lagi, Ia menyatakan Kadisdik Natuna menyediakan jatah bulanan untuk wartawan (lansir dari salah satu Koran harian).
Dengan adanya bahasa tidak sedap ini sejumlah wartawan yang bertugas di Natuna pun angkat bicara, Bahkan ada pihak yang menyalahkan PJN, Seharusnya PJN meralat bahasa itu jangan sampai dikonsumsi oleh masyarakat terlebih, anak-anak sekolah.
Ketua PIN Natuna Affuandris ketika dikonfirmasi lewat telepon selulernya, menganggap bahasa Kadis sebagai lelucon saja. Sebab dari awal Jasman sudah mengatakan permohonan maaf dan mengakui kalau Dia telah tua dan bodoh, kalau ada kekeliruan tolong dimaafkan, jelas Afuanris. Memang ada kekecewaan karena hal itu dikatakan didepan anak sekolah.
Cuma saya juga heran kalau ada wartawan  dapat menaikkan berita itu, pada hal Dia tidak ada meliput disana, Kalau mau menaikkan berita Tanya dulu yang bersangkutan, papar ketua PJN, Tolong konfirmasi balik sama pak Kadis sarannya pada wartawan Koran ini.
Ketua Aswari kabupaten Natuna Andi Surya saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya sabtu pekan lalu, sangat kecewa dengan peryataan Kadisdik Natuna. Ia beranggapan ucapan Kadisdik Natuna Jasman Harun, adalah penghinaan bagi wartawan dan tak pantas di ucapkan seorang pigur pejabat. “Jasman itu seorang pejabat publik, bukan seenaknya keluarkan statemen seperti itu.
Kalau merasa sudah tua dan bodoh, jangan jadi pejabat, papar Andi berapi-api. Selanjutnya Ia mengatakan, Kalau anda merasa seorang wartawan, berarti anda sudah di hina. Oleh karena itu, ia akan segera melaporkan Kadisdik Natuna Jasman Harun kepada pihak berwajib karena telah merusak nama baik wartawan.
Di dalam undang-undang Pers ada tertulis soal pasal penghinaan, dan saya anggap bahasa Jasman  Harun telah masuk dalam unsure itu, sehingga pantas untuk dilaporkan, Andi berjanji akan segera membuat laporan, karena jika dibiarkan, yang lain bakal ikut ikutan, Kita jadikan ini sebagai contoh buat efek jera kepada yang lain. Terkait jatah bulanan, kita juga mau telusuri, apakah benar ada, dan dana dari mana diambil, serta sama siapa diberikan.
Hal yang sama juga dikatakan Ketua PWI Reformasi, Rikky Rinofki, ia beranggapan ucapan yeleneh Kadisdik Natuna telah melukai hati insane pers yang benar-benar bertugas di Natuna. Sebagai pablik pigur, serta tamu kehormatan PJN, seharusnya Jasman mampu menjaga etikat baik, Ia tidak seharusnya berbicara macam-macam tentang Pers jika tidak paham apa tugas wartawan.
Dia berharap Jasman harus meminta maaf didepan semua kuli tinta yang bertugas di Natuna, kalau tidak mau persoalan ini jadi ruwet.
Budi, Penasehat PWI-R mengkritik pernyataan Kadis Pendidikan Natuna Jasman Harun, terkait adanya jatah bulanan pada wartawan dari Dinas Pendidikan. Peryataan itu dianggap telah mencoreng  nama baik wartawan yang benar-benar melakukan peliputan berita. Kita mau Tanya Kadis sama siapa diberikan jatah tersebut, paparnya saat diadakan temu ramah humas dengan wartawan.
Hasil informasi yang dihimpun dilapangan, membenarkan Jasman Harun, melontarkan bahasa nyeleneh, sehingga berdampak buruk kepada wartawan. Bahasa yeleneh ini dianggap sebagai penghinaan bagi kaum Pers, oleh karena itu sejumlah wartawan pun akan segera mengambil sikap dan tindakan tegas. Tidak tanggung-tanggung, dari sejumlah lembaga kewartawanan yang ada di Natuna, akan segera mengambil sikap dan tindakan tegas, untuk melaporkan Jasman Harun kepada pihak aparat hukum.
Sementara itu Kadis Pendidikan Natuna Jasman Harun telah meminta maaf kepada wartawan yang mengespos berita nyeleneh itu. Dia mengakui telah di pasilitasi oleh salah seorang oknum wartawan, meminta Dirinya untuk bertemu di kediaman sang Kadis.
Namun Ia meminta agar Jasman Harun meminta maaf jangan hanya padanya, melainkan kepada seluruh wartawan di Natuna, katanya ketika ditemui disalah satu warung kapi. >> Roy

Leave a comment