mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Kadin Siapkan KUR Untuk Nelayan

Published on Sep 14 2012 // Berita Utama

Jakarta,(MR)
KAMAR dagang dan industri (Kadin) Indonesia menyiapkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp500 juta untuk kelompok nelayan atau koperasi nelayan yang memiliki usaha perikanan dan hasil lainnya skala mikro dan kecil untuk mendorong pengembangan industri perikanan dan hasil laut lainnya. Penjamin KUR ini adalah Ketua Kadin Daerah.
Demikian dikemukakan Wakil Ketua Umum Bidang Perikanan dan Kelautan Kadin Indonesia Yugi Prayanto dalam sosialisasi program Kadin Indonesia Bidang Perikanan dan Kelautan, Rabu (12/9), di Menara Kadin, Jakarta.
Yugi menuturkan kendala nelayan untuk mengembangan usaha mereka adalah kurang bankable-nya mereka seperti tidak adanya agunan untuk meminjam KUR.
Hal itu menjadi perhatian Kadin Indonesia untuk memberikan KUR dengan Ketua Kadin daerah sebagai penjamin kelompok nelayan maupun koperasi nelayan yang beranggotakan minimal 10 nelayan. “KUR yang maksimal Rp500 juta itu kan belum terserap karena nelayan ini kurang bankable. Kami ingin nelayan yang memiliki usaha mikro, kecil, perikanan dan hasil laut lainnya bisa bankable dengan akses pembiayaan bagi usahanya. Dengan bantuan KUR, diharapkan usaha yang dibiayai bisa tumbuh berkembang dan berkesinambungan,” tutur Yugi.
Yugi melanjutkan, pihaknya telah meminta ketua-ketua Kadin daerah untuk menjadi penjamin kelompok-kelompok atau koperasi-koperasi nelayan ini. Para ketua daerah ini pun harus menyeleksi kelompok nelayan atau koperasi nelayan ini. Yang dipilih ketua daerah Kadin adalah kelompok atau koperasi nelayan yang memiliki usaha mikro dan kecil yang produktif.
Seyogianya, lanjut Yugi, program ini telah berjalan setahun ini. Daerah yang telah menjalankan program itu adalah Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Bali. Bengkulu, imbuhnya, sedang dalam penjajakan.
“Di Sulsel, ketua umum Kadin sana, saya minta menggaransi dengan satu lembar surat untuk perbankan. Dia menulis itu harus memilih kelompok-kelompok atau koperasi-koperasi nelayan yang reputasinya baik. Sekitar Rp400 juta di Sulsel sudah cair untuk membeli kapal dan bahan bakar. Di Bali, yang menjadi penjamin adalah satu orang swasta anggota Kadin Bali. Bengkulu lagi penjajakan,” ungkapnya. >> Sahrial Nova

Leave a comment