Info Buat Aparat Hukum, Ada Lahan Kuburan Fiktif Di Desa Sungai Ulu?

 

Natuna(MR)- Isu soal lahan “kuburan fiktif” tahun 2017 lalu, semakin menguat. Aroma bau tidak sedap mengarah dari kantor desa Sungai Ulu.

Pengadaan lahan tempat penguburan umum, dianggarkan dari dana Desa , senilai Rp.150 juta ditenggeri “bermasalah”. Hal tersebut dikatakan Marzuki warga dusun II mahligai, kepada sejumlah wartawan saat ditemui di kediamannya beberapa hari lalu.

“Pembebasan lahan seluas 2 Ha, sebesar pagu dana Rp.150 juta . Harga totalnya 147 juta, selah dipemotong pajak.

Ini berawal saat lahan kuburan lama sudah mulai penuh, oleh sebab itu desa berinsiatif untuk mengaloakasikan anggaran pengadaan TPU sejak tahun 2012 lalu. Namun karena dana desa minim, barulah tahun 2017 bisa terealisasi. Sayangnya uang habis, lahan tak ada, ucap Marzuki. Marzuki mengaku bahwa tidak satupun masyarakat tau, dimana lokasi lahan TPU yang telah diganti rugi.

Bagi Saya ,ujar Marsuki, Lahan TPU harus diadakan, mau beli tanah siapapun itu, karena lahan pekuburan lama sudah mau penuh.ucapnya.

Dari informasi yang dia terima, teryata pihak desa, melirik lahan Pak Ibrahim, warga mahligai. Namun dalam perjalanan ,Pak Ibrahim pun tak tau soal ganti rugi itu.Pada hal dalam laporan kepada Inpektorad Lahan TPU itu ada di tepi jalan, yang notabenenya milik tanah Pak Ibrahim. Celakanya Pak Ibrahim sendiri, tidak pernah menerima ganti rugi sepeserpun atas lahan miliknya. Lalu timbul pertayaan ada apa.

“Sejumlah Oknum Perangkat Desa Terindikasi Terlibat ”

Dirinya mastikan tidak ada pembelian lahan TPU di desa Sungai Ulu. Bahkan terdengar kabar, ada “bagi bagi” terhadap sejumlah oknum perangkat Desa agar permasalahan ini tidak mencuat.Benarkah demikian?

Kepala BPD Sungai Ulu bertugas mengawasi kegiatan desa, ketika mau dikonfirmasi tidak ada ditempat. Ironisnya kantor BPD kosong melompong. Tidak satupun ada pegawainya, padahal jam baru menunjukkan pukul 10,45. Beberapa wartawan pun berusaha menghubungi namun tidak diangkat./Roy

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.