mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Idel Putra Jaya Bungkam,Saat Dirinya Dilaporkan.

Published on Jun 10 2018 // Natuna Membangun

 

Natuna(MR)- Kicauan Idel Putra Jaya di medsos Berita Natuna kini tidak kedengaran lagi.Sejak dilaporkan tgl 09/06/2018 kemarin , akunnya tidak aktip seperti sebelumnya.

Pelaporan dilakukan Kadiskomimfo itu karena Pemilik akun itu tidak mau dinasehati bahkan terkesan menantang.Akibatnya Raja Darmika, selaku bagian dari Pemkab Natuna melaporkan nya kepada pihak berwajib.

Kicauannya Idel ,dimedsos dianggap menghina, melecehkan, dan melakukan ujaran kebencian terhadap 2 Lembaga terhormat, Eksekutif dan Legislatif. Akibat perbuatannya Ia kini harus berurusan dengan polisi.

Kini Idel Putra Jaya, tidak garang lagi. Akun Medsosnya terlihat tidak aktif.Bahkan kabar burung diterima media ini, Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Tanjung Pinang itu, sibuk mengadukan nasibnya kepada keluarganya.

Apa nak dikata , penyesalan selalu datang terlambat.Akibat perbuatannya Kini Adil bisa dikenakan pasal berlapis UU ITE, Karena menebarkan Ujaran Kebencian, menghina, dan melecehkan bahkan bisa dianggap sebagai “propokator”, karena gara gara unggahannya ,banyak komentar pedas , ikut ikutan, terhadap dua lembaga Negara ini.

Oleh sebab itu, tidak tertutup kemungkinan bagi mereka yang ikut nimbrung, bakal bernasib sama dengan Idel Putra Jaya.

Sebagai mahasiswa, Idel seharusnya memahami UI ITE, telah disahkan oleh DPR.

Sebenarnya, Kadiskomimfo, sudah punya etika baik, meminta Idel menghapus dan meminta maaf lewat Medsosnya, Namun menurut Raja Darmika, Mahasiswa ini ngeyel dan menantang, akhirnya dilaporkan kepada Aparat Penengak Hukum.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti merasa prihatin akan sikap tidak terpuji dilakukan Akun Idel Putra Jaya.

Wabup menilai ungkapan pemilik akun Facebook (FB) kolom komentar Berita Natuna, terlalu tajam, menyebut Dugu, Dan Sinting terhadap eksekutif dan legislatif.Perkataannya tidak mencerminkan seorang terpelajar.

Ia suka mahasiswa kritis terhadap perkembangan situasi politik disuatu daerah. Namun ia menyayangkan, jika kritikan dilontarkan oleh seorang mahasiswa tidak menunjukkan etika baik, ucap Ngesti usai membuka festival sahur dipantai kencana tadi malam.

Tetapi kritikan itu, harus memiliki etika, membangun, dan sopan. Kita ingin anak-anak punya daya kritis tinggi,”dan ber etika.Bukan berbicara seenaknya saja.

Mahasiswa kritis, memiliki tingkat kecerdasan tinggi. Namun dibalik kecerdasan tersebut, harus dibarengi dengan tata cara berkomunikasi yang baik. Jangan hanya mengedepankan emosionalnya saja, lalu mengesampingkan tata krama dalam berbahasa, yang mengakibatkan bumerang buat Dia.

Kedepan ia berharap, jika mahasiswa memiliki unek-unek dan merasa ada yang kurang dalam kebijakan dibuat Pemerintah Daerah,mari kita selesaikan dengan musyawarah.Bukan berbicara seenaknya saja di medsos .Kalau sudah gini siapa yang dirugikan.

Menurut Ngesti, ungkapan Idel Putra Jaya di media sosial, memang sudah mengarah ke pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Meski demikian, ia masih berharap adanya mediasi antara mahasiswa dengan Pemda Natuna, agar masalah ini tidak semakin runcing.

“Pemerintah baik dipusat maupun didaerah kan sudah berkali-kali menghimbau, agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial. Saya juga berharap kepada para pengguna media sosial, agar mempertahankan akar budaya melayu yang beretika dan sopan. Jadi adat ketimurannya itu harus selalu dikedepankan,” pungkas Ngesti.

Sementara itu Pihak DPRD belum tau kapan akan melakukan pelaporan.Info yang didapat media ini, lembaga ini juga akan mengikuti jejak Pemda Natuna turut melaporkan Idel Putra Jaya.Pertanyaannya, bagaimana dengan para komentator lain yang turut nimbrung di medsos Berita Natuna? Apakah mereka juga akan bernasib sama?.Bisa jadi akun Ini ditutup karena banyak komentar tak baik dianggap memecah belah persatuan.Ditunggu Gebrakan Polres Natuna .

Dikutip dari lintas Kepri, Idel Putra Jaya belum bisa memberikan tanggapan sedikitpun atas kasusnya. Beberapa kali dihubungi melalui pesan singkat, Masangger, SMS dan WhatsApp, belum ada tanggapan./Roy.

Leave a comment