mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Icon Wisata Arung Hijau Terkendala Dana Operasional

Published on Sep 14 2012 // Ragam

Anambas,(MR)
MINAT warga Arung Hijau untuk menjadikan batok kepala sebagai Icon pariwisata tampaknya mengalami kendala dari segi financial. Terbukti beberapa peralatan yang diberikan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindag Kop) Kabupaten Kepulauan Anambas kepada Kelompok Usaha Bersama (Kube) Pengelolaan Kelapa Terpadu Bina Maju (PKTBM) untuk mendukung kegiatan pengelolaan batok kelapa menjadi kerajinan tidak bisa dimanfaatkan. “Alat bantuan Disperindag Kop belum bisa dipakai. Kita belum punya dana untuk mendukung operasional,” ujar Farid, Ketua Kube PKTBM.
Farid menuturkan, butuh dana sekitar Rp.40 Juta untuk mengoperasikan semua peralatan secara maksimal. “Alat yang diberikan belum lengkap. Jadi kita belum bisa mulai membuat pengolahan kelapa menjadi barang-barang keterampilan secara maksimal. Contoh tidak lengkapnya bornya saja belum ada matanya. Ketam dan mesin pahat juga belum ada,” tutur Farid.
Tidak ada dana tidak lantas membuat Farid berdiam diri. Dirinya beserta beberapa teman-temannya memikirkan beberapa cara untuk mendapatkan uang guna memenuhi biasa operasional peralatan tersebut. Salah satu cara yang digunakan oleh Farid adalah dengan mengalih fungsikan mesin yang diberikan Disperindag Kop untuk operasional pengelolaan kerajinan Kelapa Terpadu menjadi mesin untuk listrik warga. “Kita cari uang sekarang. Dengan seizing Disperindag Kop, mesin yang diberikan kita manfaatkan untuk listrik warga. Kita buatkan rumah mesin dan kita buatkan sambungan. Sampai sekarang sudah ada 25 yang menyambung ke mesin tersebut dengan beban masing-masing 2 ampere,” jelas Farid.
Pada 2 bulan pertama Farid mengaku merugi dengan usahanya tersebut. Dirinya harus menyumbangkan tanahnya untuk tempat mesin. Selain itu, Farid juga mengeluarkan sejumlah dana untuk membuat rumah mesinnya. Akan tetapi setelah 6 bulan beroperasi dirinya baru berhasil meraup keuntungan sebesar Rp. 2 Juta. Keseluruhan hasil tersebut dimasukan ke kas Kube PKTBM. “Awalnya kita rugi pak. Tapi sekarang kita sudah bisa kumpul dana Rp 2 Juta. Memang masih jauh dari apa yang kita harapkan. Tapi kita akan terus berusaha,” tekad Farid.
Farid juga sudah mengajukan permohonan bantuan kepada Disperindag Kop.“Sudah diajukan kepada Disperindag Kop juga. Mereka bilang bisa bantu, tapi tidak dalam bentuk uang, tapi barang. Kita ajukan permohonan bantuan untuk barang yang kita butuhkan. Sekarang sedang dalam proses, paling lambat akhir tahun sudah bisa kita terima,” ujar Farid.
Farid megharapkan bantuan tersebut bisa keluar akhir tahun ini. Dirinya menargetkan 2013 mendatang usaha tersebut bisa dimulai di Arung Hijau yang rencananya akan menjadi salah satu destinasi wisata KKA. “Saya harap tahun depan bisa. Katanya Arung Hijau kan mau jadi destinasi wisata. Nah kita mau buat Batok kelapa jadi icon wisata Arung Hijau. Orang datang kesini akan ingat batok kelapanya,” harapnya.  >> Arthur/ SES

Leave a comment