mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

HUT Kabupaten Kotabaru Ke 63 : “Tunjangan 198 Kades Selama 6 Bulan Belum Dibayar”

Published on Jun 11 2013 // Berita Utama

Hari Jadi2Kotabaru, (MR)

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kotabaru ke- 63 tahun , yang dilak-sanakan di Taman Kota Siring Laut, Sabtu (1/6) kemarin,masih menyi-sakan cerita. Pasalnya berbagai kegiatan yang digelar melibatkan seluruh element masyarakat di daerah itu.

Dihadiri Drs. H. Rudi Resnawan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan dan Beberapa mantan Bupati Kota-baru, Para Bupati Se-Kalimantan Selatan. Menariknya, Alpidri Supiannor Ketua DPRD Kotabaru berkesempatan membacakan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Kotabaru.

Pemerintah Daerah pun menyampaikan terima kasih ke Masyarakat ,dan berjanji akan terus menggelorakan pembangunan disegala bidang.

Selain APBD, ada juga bantuan perusahaan yang telah dipergunakan membangun jalan baru dikawasan pengembangan kota Desa Sebelimbingan.

Dalam waktu dekat antara PEMDA dan Perusahaan ITP Tarjun juga akan membicarakan persiapan pembangunan poros jalan jembatan tanjung ayun tarjun. Kata Irhami Ridjani Bupati Kotabaru dalam Sambutannya

Lebih lanjut, dalam sambutannya, Ia menyampaikan pembangunan bendungan waduk gunung bahalang sepenuhnya atas bantuan PT. Golden Hope Nusantara, Selain itu juga ujung jembatan Tanjung Ayun Tarjun yang awalnya di kawasan cagar alam, berpindah Ke Area Pengguna Lain (APL) jadi sudah tidak diperlukan lagi ijin dari Kementerian Kehutanan. Kata Bupati

Namun ada pula yang sangat miris dalam pelaksanaan Hut ke- 63 Kabupaten Kotabaru kemarin, sejumlah kepala Desa tak nampak hadir saat puncak acara.Adapun tidak hadirnya para Kepala Desa sekabupaten kotabaru yang berjumlah 198 Kepala Desa, yaitu tidak adanya undangan resmi dari panitia pelaksana, terutama bagi Kepala Desa yang berada di wilayah pesisir dan ke pulauan, selain itu juga tidak di cairkannya pula tunjangan atau gajih para kepala Desa dan perangkat Desanya selama 6 (enam) bulan oleh Pemerintah daerah.

Abdul Rasyid Kepala Desa Sembilang mengatakan, semua kepala Desa di wajibkan membuat Apbdes oleh pemerintah daerah sebagai syarat untuk pencairan dan itu sudah kita kerjakan semuannya, bahkan kami harus bulak balik ke kotabaru mengurusnya sampai selesai dan itu tidak sedikit kami harus mengeluarkan biaya. Sedangkan tunjangan atau gajih tidak keluar, belum lagi ada kesalahan dan itu harus di perbaiki lagi dan balik lagi ke desa masing masing dan setelah selesai dengan benar kita sarahkan ke Bpmpd, yang paling aneh sampai sekarang juga belum di cairkan.

“Jadi kalau tidak di cairkan makan apa kami”, tuturnya. Setiap orang kerja pasti menuntut yang namanya gajih tiap bulan sedangkan tugas sebagai kepala desa tidak mudah seperti perkataan orang di luar sana. Jadi di hari jadi Ke- 63 ini mungkin sengaja seluruh Kepala Desa tidak di undang secara resmi maupun secara lisan oleh panitia palaksana, karena ada sebagian dari teman teman kepala desa yang ingin menanyakan langsung ke Bupati, dengan adanya isu seperti itulah mungkin jadi alasan panitia tidak mengundang kami,pungkasnya. >>Her

Leave a comment