mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Hamid Rizal Warnai Kabupaten Natuna Dengan Perubahan?

Published on Jul 19 2016 // Berita Utama

Bupati Natuna Hamid RizalNatuna, (MR)
Entah kebetulan, atau dwi portuna sedang berpihak, Namun itulah faktanya, Bupati Natuna Hamid Rizal, kemungkinan besar, satu-satunya Kepala daerah pertama, berpidato di Istana Presiden. Didepan sejumlah Pejabat Negara.

Hamid Rizal dengan tegas mengatakan, kondisi real dilapangan. Sepekan setelah kunjungan Presiden ke Kabupaten Natuna, Hamid Rizal diminta khusus oleh Jokowi untuk datang ke Istana, guna melakukan Ratas (Rapat Terbatas) dengan sejumlah Pejabat Negara. Hal ini, Patut Kita banggakan, soalnya Bupati yang baru dilantik bulan Mei lalu, bisa bertatap mata langsung dengan Presiden, dan mengutarakan hal-hal yang menjadi penghambat roda pembangunan.
Dalam Pertemuan tersebut, Hamid mengaku berangkat ke Jakarta, di dampingi oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun. “Kami dipanggil khusus bersama Gubernur, oleh Bapak Presiden,” ucapnya lantang saat memberi sambutan di acar Buka Puasa bersama, di kediamannya baru-baru ini. Adapun topik pembicaraan dalam Ratas adalah masalah Perikanan, dan percepatan pembangunan, di berbagai sektor.

Presiden Jokowi meminta ,bagaimana caranya agar pendapatan Natuna dari sektor perikanan dapat ditingkatkan. Hal ini dapat menunjang peningkatan ekonomi Daerah. Kemudian, Saya juga sampaikan Kepada Presiden, bahwa larangan Ekspor ikan Nopoleon, dan pembatasan jumlah ekspor ikan Kerapu, bakal mematikan sendi-sendi ekonomi Nelayan pembudidaya ikan. Pasalnya, sejak Moratorium dikeluarkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Ekonomi Natuna mulai terpuruk.

Mendengar permasalahn itu, Presiden langsung merespon dan mempertanyakannya pada Ibu Susi. Ya, mudah-mudahan dengan pertemuan ini, apa yang diinginkan oleh masy arakat Natuna, khususnya Nelayan bisa teratasi dengan segera. Artinya kran ekspor Ikan hidup bisa dibuka kembali.

Jokowi juga meminta, Kementerian Kelautan dan Perikanan agar segera membangun, Kota Nelayan di Natuna, Bukan itu saja Tahun depan Natuna akan kecipratan pembangunan Kostorik berkapasitas 3000 Ton ini luar biasa. Lanjut Bupati, semua keluh kesah tentang bagaimana agar Natuna bisa cepat maju Saya utarakan. Mumpun ada kesempatan, ucap Hamid. Wisata bahari dan trasportasi juga dibahas dalam ratas tersebut.

Menurut Presiden, ada 15 sumur di perairan Natuna, sedang eksplorasi, 6 diantaranya sudah beroperasi, Presiden meminta agar 9 sumur yang belum beroperasi, agar segera diolah, guna meningkatkan pendapat Daerah. Ini dapat menunjang pembangunan. Jokowi juga meminta agar Natuna, Dijadikan sentral Migas, dan dibangun semacam Petro Kimia, guna memenuhi kebutuhan daerah, itu sendiri.

Namun yang terpenting, ucap Hamid, masalah keamanan menjadi prioritas kata Presiden. Karena Kabupaten Natuna, merupakan daerah perbatasan, serta Kaya akan SDA, berhadapan langsung dengan Negara Tetangga, sehingga perlu pengamanan serius. Satuan rudal akan dibentuk di Natuna.

Jika ini sudah terlaksana, maka jalan yang sudah dibangun sekarang bakal tidak mampu menahan, mobil pembawa Rudal, tonasenya 18 ton. Sementara daya tahan aspal sekarang hanya 3 ton. Kita tak perlu kawatir semua akan Kita serahkan kepada Menhan. Agar pembangunan jalan ditingkatkan klasnya jadi tipe A. Presiden menanyakan Saya, apakah fasilitas lahan sudah siap seandainya banyak pembangunan yang akan dilaksanakan di Natuna?, Saya jawab Siap.

Natuna masih banyak lahan tidur, tinggal mereka mau bangun dimana ucap Bupati. Mudah mudahan, diera Bupati berhati nyaman, Natuna bisa menjadi Kabupaten yang maju, baik SDM, Ekonomi, dan akhlaknya. >>Roy

Leave a comment