Hadiri Acara PLHP, Bupati Malah Dituding Kabur?

Natuna, (MR)
Sungguh ironis kejadian menimpa Bupati Natuna Hamid Rizal, pasalnya sang Bupati yang sedang menghadiri acara penting di Batam, malah dituding “kabur”. Hal ini bermula saat cuitan Nasrallah warga Ranai disalah satu media. Ia menuding Bupati memerintahkan OPD nya agar tidak menghadiri safari Gubernur. Padahal Wakil Bupati Natuna hadir pada saat itu sebagai perwakilan Pemerintah.
Kejadian itu berawal saat kunjungan safari Ramadhan Gubernur Kepri Ke Natuna, tudingan salah alamat, tentu melukai hati pemimpin yang dicintai masyarakat Natuna itu. Kenapa dicintai? Buktinya masih dipilih dan terpilih menjadi Bupati Natuna periode 2016-2021.
Gara-gara statemen tidak berbobot, Bupati Natuna jadi bahan gunjingan. Meski demikian Hamid tetap tersenyum. “Momen puasa ini, Kita harus saling memaafkan, biarkan mereka mencela saya Tuhan maha tau, Saya lagi kerja buat kemajuan Natuna,” ucap Hamid lewat telepon.
Dari semua tudingan dialamatkan kepada Bupati, ternyata Hamid Rizal bersama Ketua DPRD Yusripandi, sedang menghadiri acara (PLHP) Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan oleh BPK Provinsi Kepri atas laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kota se-Kepulauan Riau Tahun anggaran 2017. Diselenggarakan kantor BPKP Kepri Selasa 30 Mei 2018 di Kota Batam. Bahkan Bupati dan Ketua DPRD dipercaya jadi pembicara diatas podium.
Memang permasalahan Natuna dengan Pemerintah Kepri akhir-akhir ini sedikit memanas, dimana Gubernur Kepri dinilai Bupati Natuna hanya condong kepada tanah kelahirannya sendiri Yakni Kabupaten Karimun. Permasalahan ini terjadi sejak pembagian daging kurban tahun lalu. Kabupaten Karimun lebih besar mendapatkan sapi kurban ketimbang Kota Batam yang notabenenya berpenduduk ramai, bagaimana dengan Natuna?. Dari ratusan sapi kurban diterima Karimun, Kabupaten Natuna, hanya kecipratan 6 ekor, Anambas 3 ekor. Permasalahan ini sempat buming dalam pemberitaan.
Kemudian tahun 2018 ketidakadilan diberikan Gubernur Kepri semakin nyata. Pasalnya sang Gubernur pilih kasih dalam memberikan anggaran kepada 7 Kabupaten Kota, 6 Kabupaten Kota memaparkan semua anggaran saat Musrenbang Provinsi, namun Kabupaten Karimun tidak. Hal ini membuat Bupati Natuna angkat kaki dari acara.
Selidik punya selidik, dari hasil pembagian DBH, Natuna hanya kecipratan 7 Milyar dari kado pembangunan Kepri.
Sementara Karimun 200 milyar. Sudah sewajarnya  membuat kecemburuan besar pada 6 Kabupaten lainnya. Wajar saja Bupati Natuna gencar menyuarakan keinginannya untuk memisahkan diri dari Kepri. Penyataan ingin membentuk Provinsi khusus pun terus bergulir. Sayangnya niat baik itu tidak semua berakhir indah. Bahkan sang Gubernur masih tetap disanjung meski merasa tidak “adil”.
Kunjungan Pangdam bukit barisan bersama Kapolda Kepri ke Natuna tanggal 22 April menambah kisah menarik dua petinggi Daerah ini. Saat Bupati menjamu panglima untuk makan malam Gubernur Kepri malah tidak hadir.
Lalu timbul pertanyaan siapa yang tidak mau bersahabat? Bupati atau sang Gubernur. Inilah sederetan potret kejadian yang harus masyarakat ketahui. >>Roy

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.