Gedung Sempit, Pejabat Terjepit, Wartawan Terhadang?

Natuna, (MR)
Polemik pelantikan pejabat eselon lll dan IV, dilingkungan Pemkab Natuna, tanggal 3 Februari dinilai sejumlah awak media sebagai diskriminasi. Pasalnya sejumlah kulitinta bertugas di Natuna merasa disepelekan, karena tidak diperbolehkan meliput di dalam ruangan.

Pelantikan syarat kepentingan itu diduga untuk mahar, bagi pejabat yang belum mendapatkan kursi jabatan. Sebab saat pelantikan dilakukan, awal Januari lalu, masih banyak pejabat belum terakomodir. Janji-janji “utang saat pilkada”, mungkin belum tertunaikan, hingga harus dilakukan pelantikan secara mendadak.

Berbagai tudingan pun mempertanyakan kinerja Humas baru Pemkab Natuna. Sebab baru kali ini, selama Natuna jadi Kabupaten 17 tahun silam, Pelantikan Pejabat eselon, tertutup untuk media.

Kepala pemberitaan rilis pers Pemkab Natuna Alex, meminta para insan pers jangan salah pengertian. Didalam laman wharsafnya Ia mengatakan ada mis komunikasi antara humas dengan pers.

Kami tidak pernah melarang rekan-rekan untuk melakukan peliputan, namun demi kebaikan Kita bersama, Kami harus melakukan itu, sebab saudara tahu bahwa lokasi pelantikan sangat sempit. Dan tidak memungkinkan untuk dilakukan peliputan.

Makanya rekan-rekan di suruh diluar, dan bila mau mengambil gambar diambil saja di Humas.

“Permasalahan karena ruangan sempit saja. Jika ada miskomunikasi membuat kawan kawan tersinggung kami minta maaf , ke depan jika ada lagi kegiatan seperti ini, bakal kami sampaikan diawal jadi rekan rekan tidak kaget.” >>Roy

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.