mediararakyat

Pembawa Suara Pembangunan Bangsa

Gara-Gara ” Sapi Kurban, Gubernur Restui Natuna Jadi Provinsi Khusus

Published on Sep 17 2017 // Natuna Membangun

 

Natuna (MR)- Wacana pembentukan provinsi khusus, terGarahadap Kabupaten Natuna, telah digaungkan beberapa tahun lalu. Niat itu tercetus, mengingat kurangnya perhatian dari pemerintah pusat maupun provinsi, dalam hal percepatan pembangunan.

Minimnya fasilitas infratuktur, membuat kabupaten penghasil migas ini, seperti anak tiri. Meski berbagai pejabat penting telah menginjakkan kaki di bumi berjuluk, Mutiara Ujung Utara, namun semua hanya batas kunjungan saja.

Waktu terus berjalan, perubahan mulai tampak, saat Jokowi menjadi Presiden Republik Indonesia. Bermodalkan motto membangun,  dari pinggiran, keberadaan Natuna  kini jadi perhatian khusus dari Bapak Presiden.

Apalagi Natuna,merupakan poros maritim, di tengah Negara Asean. Bahkan beberapa negara luar ingin merebut Natuna dari pangkuan Ibu Pertiwi. Kini kabupaten perbatasan ini, ditetapkan sebagai daerah pertahanan.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun, setelah dilantik, pernah menolak berbicara terkait adanya upaya Kabupaten Natuna dan Anambas   untuk memisahkan diri dari Kepri, menjadi provinsi tersendiri.

Wacana itu muncul kembali, ketika Bupati Anambas Abdul Haris, bersama sejumlah anggota DPRD-nya, bertatap muka dengan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dan Ketua DPRD Natuna Yusripandi.

Pertemuan itu jelas menyuarakan pembentukan provinsi itu agar cepat digesa, mengingat Natuna jadi perhatian khusus pemerintah pusat.

Tetapi saat itu, Gubernur Kepri seakan tidak’ rela’ melepaskan Natuna. Mengingat daerah ini, banyak menyumbangkan PAD, dari DBH migas dan perikanan.

Sebenarnya keinginan Masyarakat Natuna berpisah dari Kepri,sudah dari dulu. Ditambah lagi isu, Sang Gubernur diskriminasi terhadap kabupaten/kota di Kepri, kecuali Tanjungbalai Karimun bukan rahasia umum. Malahan sendirian dilayangkan masyarakat, Nurdin, Gubernur Karimun, bukan Gubernur Kepri.

Sang Gubernur di tuding hanya memperhatikan kampung halamannya alias Karimun. Namun tudingan itu belum dapat dibenarkan. Hanya publik juga tahu pembangunan banyak diarahkan ke Karimun.

Salah satunya, Niat Natuna ingin menyalurkan gas dari Batam melalui pipa bawah laut ke Natuna pada 2014 silam, belum terwujud. Gubernur malah meminta agar  disambung ke Karimun.

Dilansir dari koran Info Nusantara, salah satu poin tulisan, penyambungan pipa gas dari Batam diinginkan Natuna. Gubernur minta dialihkan ke Karimun.

Hasilnya, rakyat Natuna tetap tidak pernah hidup sejahtera. Hanya bisa menikmati puluhan miliar rupiah dari DBH setiap tahun menjadi “kebanggaan”.

Pemerintah Republik Indonesia menstransfer ke Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Natuna. Kilang migas diharap terbangun di darat (onshore), sebagai pengobat luka, karena terbuka lapangan kerja bagi anak daerah, rupanya akan di bangun di tengah laut (offshore), tepat di kawasan Blok East Natuna. Sementara pipa gas dari salah satu ladang migas Natuna, telah lama mengalir ke Negeri Singapura, hanya Kota Batam mendapat menyambung pipanya.

Setelah itu atas inisiatif Gubernur memohon kepada pemerintah pusat, agar sambungan dari Kota Batam, diteruskan ke Karimun.

Kemudian Pemkab Natuna lagi galak galaknya mempromosikan parawisata, dan membawa para pejabat pusat melihat keberadaan Natuna, termasuk menteri ESDM. Namun Sang Gubernur tidak mau kalah,  ia mengajak mereka ke Karimun, guna mempromosikan, Karimun.

Puncak diskriminasi itu, nyata saat pembagian jatah sapi kurban. Pembagian sapi yang didanai APBD Kepri ini, dinilai tidak adil dan mencederai hati nurani masyarakat Natuna. Bahkan salah satu tokoh pemuda Natuna pada pergerakan pendiri Provinsi Kepri Aripin membuat surat terbuka kepada Gubernur, dilaman face Booknya, terkait kekecewaannya atas bantuan itu.

Bayangkan, Natuna Anambas, hanya diberi 4 ekor per kabupaten, sementara Kabupaten Karimun mendapat jatah 52 ekor. Bahkan jatah Kabupaten itu, mengalahi Kota Batam dan Tanjung Pinang. Sungguh luar biasa ‘pengorbanan”sang Gubernur, buat kampung halamnnya.Namun hingga saat ini. Belum tau pasti dimana keberadaan sapi tersebut, karena tidak tau kapan diserah terima.

Desakan untuk , memisahkan Diri dari Kepri pun mulai menggeliat.Gubernur Kepri Nurdin Basirun, ‘merestui” jika Natuna Anambas, membentuk Provinsi Khusus.

Wacana pembentukan provisi Natuna-Anambas atau dikenal dengan Provinsi Pulau Tujuh, ditanggapi positif gubernur Kepri, H Nurdin Basirun.

“Saya kira pemekaran kabupaten Natuna – Anambas itu bagus,” komentar Nurdin kepada awak media.

Alasan pemekaran itu adalah memperpendek rentang kendali antara pusat pemerintahan dengan wilayah-wilayah pemerintahan.Yang juga sangat penting ,ada kepentingan luar negeri , cukup besar di kedua wilayah ini.

“Karena itu, kita mesti fokuskan pembangunan ke sana.
Kita mesti bangun infrastrutur, sarana dan kesehatan,” kata Nurdin.

Natuna dan Anambas belum dihuni banyak orang.Untuk mewujudkan itu semua,pembangunan infrastruktur yang memacu pertumbumbuhan ekonomi akan mempengaruhi masyarakat untuk berdiam di sana.

“Sekarang ini, kekuatan pertahanan dan keamanan pun sudah dikerahkan ke wilayah ini.Tentu masyarakat akan nyaman tinggal di sana. Pokoknya saya dukung Natuna-Anambas dimekarkan dari Kepri,” kata Nurdin.

Bentuk dukungan itu ditunjukkan Nurdin melalui niatnya untuk membangun infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dia memastikan akan membangun pelabuhan dan mendorong para investor untuk membangun pertambangan gas lepas pantai.
Saya yakin, Natuna-Anambas akan maju,” tegas Gubernur Kepri itu.

Bagaiman dengan masyarakat Natuna? Saatnya berjuang agar semua itu bisa terwujud./Roy.

Leave a comment